RAGAM

Amankan Senpi dan Granat, Kopda Vitalis Nong Naen Terima Penghargaan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Keberhasilan anggota Kodim 1605/Belu, mendapat apresiasi.
Dandim Belu, Letkol Czi. Nurdihin Adi Nugroho mengganjar Anggota TNI Angkatan Darat (AD) Staf Intel Kodim 1605/Belu, Kopral Dua (Kopda) Vitalis Nong Naen atas keberhasilan dalam menggalang dua pucuk senjata api (senpi) dan satu buah granat aktif dari masyarakat perbatasan.

Kopda Vitalis Nong Naen terima penghargaan dari Dandim Belu.

Kopda Vitalis Nong Naen terima penghargaan dari Dandim Belu.

Penghargaan tersebut diberikan langsung Dandim Letkol Czi. Nurdihin Adi Nugroho kepada prajurit berprestasi Kopda Vitalis Nong Naen disela-sela upacara peringatan Hari Juang Kartika TNI AD ke 71 di Lapangan Makodim Belu, Kamis (15/12/2016).

Dua pucuk senpi aktif jenis Springfile buatan Inggris tahun 1816 dan granat itu berhasil digalang Kopda Nong Naen dari masyarakat perbatasan Silawan, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu, Timor Barat, perbatasan RI-Timor Leste setelah melakukan pendekatan secara persuasif. Kedua benda berbahaya tersebut telah diserahkan pada Mei lalu ke pejabat lama Dandim Letkol Inf. Nanang Nasmudin.

Dandim Belu Letkol Czi Nurdihin mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada Anggota Kodi, Kopda Nong Naen karena telah berhasil mendapatkan dua pucuk senjata api dan satu buah granat dari masyarakat Belu di perbatasan Silawan. “Dua pucuk senpi dan satu granat itu diperoleh pada bulan Mei kemarin. Seharusnya pemberian penghargaan dilakukan pejabat lama, tapi karena tidak terealisasi maka hari ini baru bisa diberikan,” ujar Nurdihin.

Baca Juga :   PRISMA Gelar TOT dan Sosialisasi Pertanian Kepada Penyuluh

Dijelaskan, penghargaan yang diberikan tersebut bisa membantu promisi prajurit, khususnya untuk ingin sekolah atau alih status sehingga bisa lulus. Senpi bersama granat tersebut diperoleh anggota setelah melakukan sosialisasi dan pendekatan secara langsung kepada masyarakat. “Kedepan kita akan terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang senpi sehingga mereka tahu bahwa menyimpan benda itu menyalahi undang-undang dan diserahkan ke kita,” kata Nurdihin. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top