EKONOMI

Catatan Boni Atolan saat Stuba Camat dan Desa di Lembang, Jawa Barat (1). Malaka bisa jadi Pusat Agrobisnis Pulau Timor

BETUN, Kilastimor.com-Kabupaten Malaka yang berada diwilayah Selatan Pulau Timor dan berbatasan darat langsung dengan Negara Timor Leste dan laut dengan Australia Utara menyimpan sejumlah potensi terpendam, yang bisa dijadikan andalan untuk membangun impian dibidang agribisnis antar negara dengan memanfaatkan peluang bisnis segitiga antar Negara Indonesia-RDTL-Australia.
Secara regional pun, Malaka bisa membangun kerajaan agribisnis yang berskala regional dengan memanfaatkan potensi hubungan darat langsung dengan tiga Kabupaten yakni TTU, TTS dan Kabupaten Belu.

Camat Malaka Barat ketika bersalaman dengan Sekcam Lembang.

Camat Malaka Barat ketika bersalaman dengan Sekcam Lembang.

Bagi seorang marketing professional, konsep bisnis antar negara maupun regional bisa menjadi sebuah impian, jika seluruh komponen masyarakat Malaka bersama pemerintah daerah mau bermimpi dan mulai membangun kerajaan bisnis kecil di wilayah perbatasan Negara dan kabupaten tetangga di Malaka. Ada beberapa isu mendasar yang bisa dijadikan catatan bagi pengembangan agribisnis daerah perbatasan.

Pertama, isu kawasan perbatasan Negara saat ini menjadi sentral perhatian pemerintah Indonesia. Ada 16 Kebijakan Presiden Jokowi yang berpihak pada kawasan perbatasan Negara. Salah satunya adalah percepatan akselerasi pembangunan dikawasan perbatasan Negara dengan harapan bisa menjadi show windownya Indonesia bagi dalam berbagai dimensi kehidupan. Pempus tidak main-main membangun infrastruktur wilayah diwilayah kawasan perbatasan. Untuk mempercepat kesejahteraan warga di kawasan perbatasan pempus juga bersedia menggelontorkan anggaran untuk membangun ekonomi di kawasan perbatasan Negara.

Baca Juga :   Bupati Malaka Gembira karena Lapangan Umum Betun Siap untuk Pertandingan Malam Hari

Kedua, dukungan dan political will Pemprov NTT untuk membangun kawasan perbatasan Negara sangat tinggi sejalan dengan kebijakan pusat. Sinyal itu setidaknya ditunjukkan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam kunjungan kerja di Malaka belum lama ini. Pemprov NTT secara tegas menyampaikan keinginannya untuk percepatan pembangunan infrastruktur wilayah di Jalur Selatan Pulau Timor dan menjadikan Malaka sebagai salah satu destinasi utama pelaksanaan Tour de Timor yang melibatkan masyarakat internasional pada tahun 2018 mendatang. Selain itu, Gubernur juga tidak main-main dan secara transparan mengatakan dukungannya terhadap pembangunan Pelabuhan Laut di Kobalima saat melihat dari dekat calon lokasi pembangunan pelabuhan itu belum lama ini.

Ketiga, Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka untuk membangun dan mengembangkan program unggulan dengan memperhatikan potensi wilayah melalui program unggulan Revolusi Pertanian Malaka. Kebijakan itu tidak main-main karena secara tegas dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Malaka selama lima tahun kedepan, dan sudah ditetapkan dewan dalam Perda RPJMD Kabupaten Malaka.

Dari ketiga isu diatas terbesit banyak hal yang bisa dilakukan di kawasan perbatasan Negara itu jika kita mampu menangkap peluang dan menciptakan peluang agribisnis yang bisa meningkatkan PAD Kabupaten Malaka dan peningkatan kesejahteraan warga perbatasan dengan mengandalkan isu Revolusi Pertanian Malaka (RPM) dikawasan perbatasan Negara. Isu kawasan perbatasan Negara, jangan dilihat dari kacamata minus terkait perhatian pempus membangun kawasan perbatasan dibidang infrastruktur dan sarana prasarana wilayah tetapi harus diimplementasikan dalam tatanan riil melalui pembangunan sector agribisnis yang dapat diandalkan melalui kegiatan RPM. Para Pelaku ekonomi, pelaku bisnis dan kelompok masyarakat kawasan perbatasan harus proaktif menangkap peluang itu dan mampu membuat terobosan yang bisa memberi keuntungan bagi daerah termasuk dua negara yang berbatasan darat dan laut serta tiga Kabupaten yang berbatasan darat langsung Kabupaten Malaka. Daerah Kabupaten Malaka bisa menjadi pendobrak agribisnis di Kawasan perbatasan dengan memanfaatkan potensi batas Negara dan wilayah dengan memanfaatkan lokomotif revolusi pertanian Malaka yang digelar pemda Malaka saat ini. (Bersambung)

Baca Juga :   Danrem Berjanji Bersama Bupati Keliling Malaka dengan Helikopter
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top