EKONOMI

Catatan Boni Atolan saat Stuba Camat dan Desa di Lembang, Jawa Barat (3-Habis ). Kunci Keberhasilan Pertanian yakni Membangun Sistem Produksi dan Pemasaran

BETUN, Kilastimor.com-Menakjubkan. Itulah kata yang patut disampaikan atas keberhasilan petani Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah tidak segan-segan membangun SDM para petani dan pelaku pertanian diwilayah itu. Pemerintah Daerah bersama DPRD mengalokasikan anggaran bagi petani untuk mengikuti stuba, pelatihan-pelatihan diberbagai daerah yang pertaniannya maju dan sekembalinya dari sana dipraktekkan diwilayahnya dalam pengawasan ketat PPL, Mantri Tani dan BPP diwilayah itu.

Camat Kobalima bersalaman dengan pengelola Gapoktan Lembang.

Camat Kobalima bersalaman dengan pengelola Gapoktan Lembang.

Berdasarkan penjelasan Sekcam Lembang mengatakan, penduduk di Kecamatan Lembang, hampir 60 persen hanya tamatan SD dan SMP. Namun justru dari 60 persen warga disana menjadi pelaku pertanian yang handal dan sukses. Para petani bukan hanya bisa memproduksi hasil pertanian yang berkualitas, tetapi juga bisa menjadi pelaku agribisnis yang sukses dan handal ditingkat regional hingga DKI dan juga ekspor. Kuncinya hanya satu, para petani disana dibekali dengan SDM yang baik sebelum terjun sebagai pemain dan pelaku agribisnis.

Ketua Gapoktan Lembang Agri-Kecamatan Lembang-Kabupaten Bandung Barat, Doddy saat dikunjungi tim Stuba lima Camat dari Malaka bersama kepala desa dalam sesi diskusi di lokasi pertanian Gapoktannya, Rabu (9/11) mengatakan, petani itu akan sukses dan bertahan jika mengembangkan sistem agrobisnis dengan melakukan penataan pasar dan membangun sistim produksi sesuai permintaan pasar.

Doddy yang cukup berhasil memimpin kelompok gapoktan di Lembang menguraikan, kalau Kabupaten Malaka itu kabupaten baru dan pemerintahnya menjadikan RPM menjadi program unggulan, maka peluang menata agribisnis disana akan lebih mudah karena mendapatkan dukungan pemerintah dalam penganggaran yang berpihak pada kelompok tani.

Baca Juga :   Ini Corat-Corat Unik Siswa di Malaka

Dari segi manejerialnya, pertanian bisa ditata dan dikembangkan dengan penataan sistim pasar dan managemen produksi. Pelaku pasar bisa melakukan penataan dalam hal pemasarannya dengan dukungan pemerintah maka akan massif perkembangannya kedepan. Kalau memang Kabupaten Malaka mengembangkan program Revolusi Pertanian. maka peluang berhasilnya lebih terbuka lebar.

Sistem agrobisnisnya, ditata dengan menekankan pada sistem produksi dan marketingnya. Dalam tahap awal, perlu ditata sistim produksi dan pemasarannya, supaya saling bisa menunjang.
“Kalau kita di Lembang dalam penataan pasar selalu mempertimbangkan dan memperhatikan pelaku pasar yang sudah eksis. Kita buat sistem marketing dengan mendata semua calon pelanggan potensial yang membutuhkan hasil produksi kita secara teratur, dan berkesinambungan,” tuturnya.

Dalam pengalaman memasarkan hasil produksi pertanian khususnya dibidang hortikultura, pihaknya selalu memperhitungkan aspek produksi baik dari sisi ketersediaan hasil produksi serta kemungkinan gagalnya atau menurunnya produksi, karena berbagai faktor teknis atau non teknis.
Dalam penataan pasar, jika pihaknya memiliki order 10, misalnya dalam tahap awal kita hanya boleh menerima orderan 2 sampai 3 dengan pertimbangan bisa menjaga kepercayaan pembeli, untuk memenuhi pesanan yang sudah diorder dengan jumlah dan waktu pengiriman yang tepat. Sesuai pengalaman kelompok binaan gapoktan dengan konsep pemasaran demikian, maka kita tetap berada pada level aman karena bisa menyediakan hasil hortikultura dalam jumlah yang diminta dan dikirim tepat waktu sesuai perjanjian.

Baca Juga :   Jasad Warga Laktutus Ditemukan di Km 8 Rotiklot

Biasanya, petani cenderung memproduksi dalam jumlah yang banyak, sehingga over produksi. Dampaknya, harga akan turun dan akan berdampak pada pendapatan petani yang bersangkutan. Disinilah sesungguhnya kunci kesuksesan dalam menjalankan agribisnis. “Kita tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga harus mampu menjual dengan nilai penjualan yang menguntungkan petani.
Pola produksi harus ditata, kebutuhan dalam kabupaten berapa per bulan, ekspansi pasar pada kabupaten tetangga dan di propinsi seperti apa dan juga menjajaki kemungkinan ekspor keluar negeri,” timpalnya.

Untuk mencapai keberhasilan dibidang pertanian persyaratan mutlak yang harus dimiliki adalah peningkatan SDM Petani melalui studi banding, mengikuti program magang pada daerah yang pertaniannya sudah mengalami kemajuan dan mengikut sertakan petani dalam berbagai pelatihan ditingkat daerah, regional, pusat dan mengikuti program magang diluar negeri seperti magang Jepang.

“Kita menyadari pentingnya SDM petani maka setelah berkembang Gapktan kita membangun pusat pelatihan seperti Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Lembang Agri dibawah binaan BP Lembang. Dari kementerian dibawah Badan Pengembangan SDM. Unit Pengelolaan sayurnya dibawah binaan Packing House yang mengelola penjualan sayur binaan Kabupaten. Didang keuangan kita memiliki Unit Keuangan Mikro yang melayani petani dan kelompok tani untuk melakukan simpan pinjam guna memajukan usahanya,” katanya.

Melalui unit-unit itu, pihaknya menerima magang dan pelatihan dari berbagai daerah di Indonesia. Khususnya di Indonesia Timur seperti kita sudah menerima kelompok masyarakat dan mahasiswa dari Makassar, Papua, Mimika, NTT dan lembaga-lembaga lain yang membutuhkan pelatihan. ***

Baca Juga :   Mendekatkan Diri dengan Masyarakat, Bupati dan Wabup Malaka Gelar Open House
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top