EKONOMI

Danramil: Sejumlah Preman di Betun Sukses Bercocok Tanam

BETUN, Kilastimor.com-Upaya Koramil Betun mengajak para pengangguran dan preman yang kesehariannya cangkruk di Kota Betun berhasil. Mereka kini sudah mulai sadar dan turun gunung dengan bercocok tanam menggarap sawah. Ada yang menggarap sawah milik sendiri, adanya juga yang menyewa lahan.
Hasil kerja mereka, selain menghidupi keluarganya secara layak, tetapi juga sudah bisa membeli tanah sendiri dari hasil olahan sawah kontrakannya. “Ini satu perubahan pola pikir yang baik untuk ditiru dan dikembangkan di desa-desa. Pemerintah saat ini menggelar kegiatan RPM, sehingga bisa menjadi peluang bagi warga mengolah hasil pertanian guna kesejahteraan keluarganya,” ungkap Danramil Betun, Mayor Kav. Yatman dalam Kesaksiannya, saat rapat koordinasi unsur Tripika Kecamatan Weliman di Desa Angkaes, Senin (19/12/2016).

Danramil Malaka Tengah memberi arahan soal pengembangan pertanian.

Danramil Betun memberi arahan soal pengembangan pertanian.

Mayor Yatman dihadapan kades dan kepala sekolah di Kecamatan Weliman mengatakan, keberhasilan para pengangguran dan preman di Kota Betun patut ditiru, karena ada kemauan keras, untuk merubah hidup dan keluarganya, walau dengan cara menyewa lahan.

“Saya tahu persis, karena sebagai anggota TNI, saya meminta salah seorang petani yang berhasil di Bakateu, Betun, mengkoordir para preman agar bisa bercocok tanam. Mereka mengikuti saran itu dan saat ini mereka sudah berhasil. Para preman dan penangguran itu bukan hanya memiliki hasil sendiri dari usahanya, tetapi mereka juga sudah bisa membeli lahan sawah dari hasil pertanian yang dikerjakan. Perubahan perilaku ini yang seharusnya ditiru oleh warga desa diseluruh Kecamatan Weliman. Para kades bisa menjadi agen perubahan untuk mengkoordinir warga desanya agar bisa memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki walau dengan cara menyewa lahan milik orang lain,” bilangnya.

Baca Juga :   Petani Bisa Gunakan Jasa Perbankan untuk Perlancar Usaha

Malaka sebutnya, kaya akan lahan yang sangat potensial namun belum dioptimalkan pengolahannya. Saat ini pemerintah menggelar Kegiatan RPM, sehingga hal itu bisa dijadikan sebagai momentum memperbaiki diri dan menangkap peluang yang disediakan pemerintah.
TNI tetap mendorong melalui program Upaya Khusus (UPSUS) agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi luas lahan yang subur dan tidak perlu meninggalkan wilayah ini, untuk bekerja diluar Malaka. TNI tetap menyatu dengan masyarakat untuk mengelola potensi pertanian seperti dimandatkan sesuai program nasional kerja sama TNI bersama pemerintah.

TNI imbuhnya, mendukung program Revolusi Pertanian Malaka, karena sangat sejalan dengan program nasional yang dicanangkan pemerintah bekerjasama dengan TNI. “Kita minta supaya kades sebagai ujung tombak di desa bisa menjadi garda depan menggerakkan warga agar bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang dimiliki didesa. Kades bisa mengarahkan warga membentuk kelompok tani bekerja sama dengan mantri tani dan PPL sehingga dalam melaksanakan kegiatan pertanian bisa dikerjakan secara kelompok dan memudahkan pemerintah melakukan pembinaan kepada kelompok tani,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top