EKONOMI

DPRD NTT Siap Alokasikan Anggaran untuk Pengadaan Traktor, Benih dan Pupuk bagi Petani Malaka

BETUN,, Kilastimor.com-DPRD Provinsi NTT melalui kewenangan yang dimiliki, akan memberikan dukungan politik dan dukungan anggaran untuk mendukung RPM di Kabupaten Malaka. “Kita sudah keliling di lapangan melihat apa yang sudah dilakukan ternyata sangat luar biasa gebrakan yang dilakukan dan ini satu-satunya yang ada di Provinsi NTT, sehingga harus didukung agar menjadi contoh bagi pengembangan pertanian di berbagai Kabupaten/Kota di NTT,” bilang Ketua Rombongan Komisi II DPRD Propinsi NTT, Oswaldus kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Pemda Malaka di Betun, Jumat (2/121/2016).

Ilustrasi traktor lahan kering.

Ilustrasi traktor lahan kering.

Delegasi Komisi II katanya, sudah melakukan peninjauan di lapangan terkait apa yang sudah dilakukan di Malaka. Ternyata memang hebat. Ini satu modal untuk memajukan kabupaten ini kedepan.
Pihaknya juga sudah bertemu Bupati dan seluruh pimpinan SKPD, dan romobongan sangat senang karena bisa mendapatkan gambaran utuh terkait apa yang sudah dilakukan di Malaka selama ini. Ini memang Kabupaten baru tetapi gebrakan yang dilakukan patut diapresiasi. “Setelah kita cek dilapangan ternyata sudah berjalan seperti yang dilansir media selama ini,” timpalnya.

Untuk Malaka, imbuhnya, DPRD dan Pemprov NTT akan memberikan dukungan politik dan dukungan anggaran dari beberapa program yang akan diintervensi terutama untuk mendukung kegiatan revolusi pertanian Malaka di Kabupaten Malaka.
Dalam tahun 2017 pemprop NTT akan memberikan dukungan konkrit berupa bantuan traktor lahan kering, benih, pupuk dan obat-obatan dan saprodi yang dibutuhkan di Malaka.

Baca Juga :   Terkait Pemasangan Meteran Baru, PLN Minta Masyarakat TTS Hindari Calo

“Apa yang sudah disampaikan Bupati Malaka dalam pemaparan tadi memang sangat cerdas dan hebat patut diapresiasi. Kita dari komisi II DPRD Propinsi datang untuk mencari tahu dan melihat dari dekat ternyata fakta dilapangan memang sudah berjalan dan hebat,” terangnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan revolusi pertanian, dia memberikan catatan kaki, agar pemerintah memperhatikan model pertanian konservasi. “Kita jangan hanya mengejar produktifitas, tetapi juga harus menata lahan pertanian kita supaya tetap baik dan tidak terkontaminasi bahan kimia seperti pupuk dan pestisida,” urai dia.

Kedepan, pemerintah harus kembangkan dan menggunakan pupuk organik agar mengurangi pegaruh kimian bagi lahan petani. Salah satu solusi yang ditawarkan, pemerintah perlu mendorong pengembangan farming systim agar ramah lingkungan dengan membangun sistim pertanian yang terintegrasi. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top