RAGAM

Dua Warga Tanpa Identitas Diamankan Tim Gabungan dalam Razia KTP di Wedomu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Maraknya radikalisme dan terorisnya juga penertiban dokumen kependudukan di Indonesia, membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Belu mulai melakukan razia. Terbukti, dalam razia yang digelar Sabtu (17/12) lalu, di Wedomu, Tastim, pihak Disdukcapil Belu, Polres Belu, Kodim, Sat Pol PP dan Dinas perhubungan berhasil mengamankan dua orang warga. Dua warga itu salah satunya berjenis perempuan asal Sumba dan seorang laki-laki asal Jawa.

Wilibrodus Leto

Wilibrodus Leto

“Keduanya kita amankan dalam operasi KTP hari Sabtu kemarin. Yang perempuan tidak memiliki identitas KTP, sedangkan Laki-laki dicurigai membuat identitas sendiri, karena surat keterangan sementara KTP meragukan tidak sesuai formulir yang disediakan Dinas,“ ungkap Kepala Disdukcapil Belu, Wilibrodus Leto ketika dihubungi, Senin (19/12/2016).

Menurut Leto, selesai mengambil data dan keterangan kedua warga yang diragukan identitasnya tersebut keduanya langsung diserahkan ke pihak kepolisian yang terlibat bersama dalam operasi KTP untuk selanjutnya dimintai keterangan. “Untuk inisial jelas keduanya kita tunggu karena masih ditangani Polisi. Masih dua kali operasi KTP. Setelah itu baru kita publikasikan inisial warga tanpa identitas yang terjaring dalam operasi KTP itu,” ujar dia.

Dijelaskan, razia KTP gabungan tersebut dalam rangka mengoptimalkan penerbitan administrasi Kependudukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013. KTP berbasis NIK diciptakan dalam rangka supaya orang tidak memiliki KTP ganda. Juga meminimalisir tindakan radikalisme dan terorisme.

Baca Juga :   Moosa Band Dukung Promosi Pariwisata Malaka

“Operasi ini juga dalam rangka mempersempit ruang gerak kriminalitas seperti peredaran narkoba, tracfiking yang marak terjadi saat ini, apalagi ini wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste. Kita lakukan operasi ini supaya penduduk itu memiliki keabsahan yang sah yakni identitas diri,” ucap Leto.

Dituturkan, sebelumnya melakukan operasi penertiban KTP pihaknya terlebih dahulu telah menyampaikan pengumuman melalui RRI. Operasi penertiban KTP merupakan program rutin Dinas Kependukukan dalam setiap tahun guna penertiban identitas warga. Operasi KTP digelar selama tiga hari di tiga titik yang berbeda yang menjadi pusat pintu masuk dari luar kota. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top