RAGAM

Ini Tiga Desa di Malaka yang Diprediksi Tidak Bisa Gelar Pilkades

BETUN, Kilastimor.com-Tiga dari 70 desa di Kabupaten Malaka yang harus mengikuti pilkades serentak 22 Desember ini, diprediksi tidak akan bisa menjalankan pilkades.
Kepala BPMPD Malaka, Agustinus Nahak kepada media ini, Senin (12/12) mengemukakan, adapun tiga desa yang diprediksi tidak bisa selenggarakan Pilkades antara lain, Desa Naibone, Kecamatan Sasitamean dipastikan tidak bisa melakukan pilkades, karena calon kades yang lolos seleksi hanya satu orang, sehingga mereka tidak bisa melakukan pencoblosan. Sementara itu, Desa Tafuli 1, Kecamatan Rinhat dan Desa Bisesmus-Kecamatan Laenmanen juga terancam karena diduga bermasalah.
“Besok kita akan turunkan tim ke desa dan kalau tidak ada kepastian maka kedua desa itu ditunda pilkadesnya,” katanya

Agustinus Nahak

Agustinus Nahak

Khususnya di Desa TafuliI 1, persoalannya karena Ketua BPD tidak mau tanda tangan SK penetapan calon dari desa, dengan alasan mantan desa yang menjadi calon, ternyata gugur dalam proses seleksi di Kabupaten. Sementara itu di Desa Bisesmus-Kecamatan Laenmanen sesuai informasi Ketua BPD-nya belum bisa menandatangani dokumen pencalonan, karena diduga salah satu calon yang lolos tes di Kabupaten. tidak melalui proses seleksi dan tahapan melalui panitia pemilihan di desa.

Khususnya Desa Tafuli 1 dan Desa Bisesmus kata dia, tim akan lakukan klarifikasi besok di Kabupaten. “Kalau mereka tidak datang maka kita akan turun langsung ke desa lakukan klarifikasi di lapangan. Kalau memang masih bermasalah maka kita akan tunda pemilihan bagi kedua desa diatas,” tambahnya.

Baca Juga :   Dapat JPS, Warga Atambua Selatan Akui Sangat Terbantu

Yang jelas urai dia, Selasa besok menjadi batas akhir bagi semua desa menandatangani specimen surat suara. Kalau besok specimen itu tidak ditandatangani, maka calon yang ada bisa gugur. Kalau calonnya hanya satu maka tetap gugur dan pilkadesnya ditunda.

Ketika ditanya wartawan terkait kesiapan logistik surat suara, Kaban Agus mengatakan sesuai perencanaan bila 70 desa itu mengikuti pilkades maka surat suara yang disediakan sebanyak 69 ribu surat suara. Tetapi yang pasti Desa Naibone tidak mengikuti proses pilkades sehingga otomatis berkurang. Kalau dua desa lainnya seperti Tafuli 1 dan Bisesmus seusai klarifikasi besok tetap bermasalah, maka tetap ditunda pelaksanaannya. Otomatis pencetakan surat suaranya dikurangi.

Agus mengatakan, kalau memang ketiga desa itu bermasalah maka mereka harus dipending pelaksanaan pilkadesnya dan kepemimpinan di desa itu akan ditangani oleh Penjabat Desa yang ditunjuk sesuai SK Bupati Malaka. “Tidak ada masalah. Kalau proses pilkadesnya bermasalah namun hak-hak rakyat tetap diperhatikan dan mendapatkan pelayanan seperti biasanya melalui Penjabat Kades yang ditugaskan pemerintah di desa itu. Yang jelas pelaksanaan roda pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap jalan, karena ada Penjabat desa yang ditugaskan Bupati melakukan tugas dan fungsi itu di desa yang bersangkutan,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top