POLITIK

Jimmy Sianto: Tidak ada Kata Oposisi untuk Hanura dengan Pemkab Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi NTT, Jimmy WB Sianto meminta kepada semua kader Partai Hanura Belu harus satukan kekuatan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Belu dalam membangun daerah dengan hati nurani untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat di daerah perbatasan dengan Negara Timor Leste.

“Hanura itu bersama rakyat. Membangun daerah Belu ini tidak saja Bupati atau Wakil, tapi seluruh rakyat, karena itu tinggalkan sekat-sekat politik yang lalu dan bangun daerah,” ungkap Jimmy usai membuka Muscab ke II DPC Partai Hanura Kabupaten Belu di Timor Hotel, Rabu (7/12/2016).

jimy-sianto

Dia menegaskan, khusus Kader Partai Hanura Belu tidak ada yang namanya oposisi dengan Pemerintah Belu, tetapi harus bermitra dengan Pemkab, mendukung serta mendorong semua program Pemkab Belu dan bersama-sama membangun daerah Belu menuju perubahan yang lebih baik lagi juga terwujudnya kesejahteraan masyakarat di daerah perbatasan.

“Bermitralah yang baik dengan Pemerintah dalam membangun daerah. Saya ingin jangan ada sekat-sekat Pilkada yang lalu, kalau ada jangan dibwa bawa itu tidak bagus. Kalau partai sudah mendukung, menetapkan pilihannya kita harus dukung itu, terus apabila ada yang mencari-cari masalahitu bentuk penghianatan kepada rakyat,” tandas Jimmy.

Lanjut Jimmy, pihaknya terus lakukan konsoludasi dan setelah selesai di Kota/Kabupaten akan diteruskan ditingkat cabang di Kecamatan, ranting dan anak ranting. Jadi target kita terbentuk kepengurusan di semua tingkatan dan diharapkan teman-teman semua di DPC harus selesaikan kecamatan itu seratus persen.

Baca Juga :   Ini Sepenggal Kisah Mali Manek, Si Juru Kunci Gunung Lakaan di Belu

“Di Belu ada 12 kecamatan dalam satu bulan sudah selesai apalagi kepengurusan sudah tinggal konsoludasi, jadi saya targetkan kecamatan harus 100 persen kemudian dirantingnya harus 75 persen. Kalau sudah terbentuk nanti akan kita terbitkan SK, tapi saya tidak akan lantik kalau kepengurusan belum terbentuk 100 persen di tingkat kecamatandan ranting. Ini dimaksudkan supaya kita bisa tergetkan kedepan Pileg 2019 perolehan kursi harus ditingkatkan,” harap dia.

Masih menurut dia, moment Muscab hari ini kedepan Partai Hanura demi tingkatkan kesejahteraan rakyat mulai dari daerah Belu yang dapat terus membawa dampak ke tingkat nasional. Hanura selalu berkoalisi dengan rakyat, apabila kebijakan Pemerintah benar-benar pro rakyat maka harus kita dukung, tapi apapun itu program yang tidak pro rakyat kita harus berada di depan mengatakan bahwa itu tidak benar. “Kita bermitra dengan Pemerintah dalam membangun daerah. Kita partai di DPR, tentu ada hal-hal yang tidak sesuai harus di koreksi, saya di Propinsi tetap koreksi kalau itu tidak sesuai dan tidak dianggap pro rakyat, demikian juga yang ada di daerah perlu koreksi kalau itu tidak pro rakyat,” tandas dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top