RAGAM

Lembaga Masyarakat Diminta Bersinergi Cegah Kekerasan dan Trafficking Terhadap Perempuan

KUPANG, Kilastimor.com-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar sosialisasi “Three Ends” kepada lembaga masyarakat untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi NTT.

“Dalam sosialisasi ini, kami bersama badan pemberdayaan perempuan dan anak serta lembaga masyarakat dari 22 kabupaten/kota yang ada di NTT, agar bisa besinergikan dengan lembaga masyarakat dalam pencegahan kekerasan,dan trafficking,” kata Asisten Deputi Partisipasi Media Kementerian PPPA, Fatahilah,kepada wartawan saat melakukan kunjungan bersama lembaga masyarakat dari 22 kabapaten/kota di NTT, di kantor Rumah Perempuan Kupang, Kamis (8/12).

Fatahilah dari Kementerian PPPA tandatangani spanduk anti kekerasan dan trafficking di Rumah Perempuan.

Fatahilah dari Kementerian PPPA tandatangani spanduk anti kekerasan dan trafficking di Rumah Perempuan.

Menurut Fatahilah, kita ingin ada komitmen dan konsistensi yang bagus dari Rumah Perempuan, karena dari tahun 2000 dengan segalah hirupikuk dengan segala prosesnya, berhasil membangun kesadaran masyarakat dalam hal pencegahan kekerasan baik dari advokasi, sehingga memediasi persoalan kekerasan baik dilingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Penjelasan singkat yang disampaikan oleh direktris Rumah Perempuan dari ibu Libby, terlihat beliau memilki komitemn dalam membangun kekuatan buat masyarakat, bagaimana untuk melapor dan mencegah dini di dalam keluarganya baik itu kekerasan maupun trafficking,” ungkap Fatahilah.

Dia mengaku, dalam hubungan kerjasama untuk tahun ini bersama lembaga sosial masyarakat, sudah cukup banyak terutama bidang trafficking atau tindak pidana perdagangan orang. .”Ya kami berharap Badan Pemberdayaan Perempuan yang tahun depan sudah menjadi dinas, harus bisa bersinergi dengan lembaga swadaya masyarakat, karena tidak bisa bekerja sendirian,” pintanya.

Baca Juga :   DPRD Setujui Penambahan Teko oleh Pemkab Malaka. Ini Kata Devi Ndolu dan Doddy Tey Seran

Sementara itu, Direktris Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe mengatakan, kunjungan yang dilakukan oleh Kementerian PPPA bersama Badan Pemberdayaan Perempuan dan lembaga masyarakat se-NTT, bertujuan untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

“Saya merasa senang dengan kunjungan ini, sebab kami bisa saling membagi cerita soal hambatan dan tantangan dari kabupaten lain dalam meningkatakan layanan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Libby. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top