RAGAM

Pemda Malaka Apresiasi Gereja Gelar Revolusi Pertanian

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka mengapresiasi gereja berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui bidang pertanian, untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Pemerintah mendukung rencana itu, dan melalui program RPM Pemda akan membantu. Pasalnya, hal itu sejalan dengan program unggulan pemerintah daerah Kabupaten Malaka melalui kinerja anggaran pemerintah.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan usai mengikuti perayaan misa malam Natal di Paroki Kleseleon-Kecamatan Weliman, Sabtu (24/12/2016) mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada para pemuka agama khususnya pastor Paroki Kleseleon yang sangat mensuport program pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tetapi harus meminta dukungan semua komponen masyarakat terutama pemuka agama yang memberikan dorongan kepada masyarakat.

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

“Tadi dalam kotbah dan pesan Natal yang disampaikan pastor Paroki Kleseleon, Romo Hendrikus Hale,Pr bahwa dari pihak gereja memberikan roh dan jiwa dari revolusi pertanian supaya rakyat memiliki makanan yang cukup, karena kalau yang namanya orang lapar dipastikan berdoa tidak betul. Secara fisik rakyat harus bisa ketercukupan pangan agar bisa menjalankan ajaran gereja termasuk berdoa dengan baik,” sebutnya.

Pemerintah juga mengharapkan dukungan dalam setiap tahapan dan proses dalam upaya usaha dibidang pertanian dengan pelaksanaan seremonial di gereja misalanya pemberkatan benih saat mau tanam dan pemberkatan hasil panenan agar usaha yang dilakukan rakyat benar-benar dilindungi dan diberkati Tuhan. Pemerintah sudah melakukan hal itu. Saat membeli traktor kita juga minta pastor memberkati alat-alat itu sebelum digunakan untuk balik tanah rakyat. Hal itu dimaksudkan supaya semua alat yang akan digunakan itu tidak ada halangan saat bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.Kedepan kita harapkan acara seremonial seperti diatas tetap dilestarikan dan dikembangkan.Kita minta supaya implementasi roh/jiwa itu diisi dengan seremonial keagamaan untuk memberkati benih dan hasil pertanian masyarakat.

Baca Juga :   Kain Tenun NTT Punya Nilai Jual

Terkait dukungan pemerintah sesuai hasil evaperca bagi umat di Paroki Kleseleon, pemerintah tetap mensuport kegiatan revolusi pertanian yang dicanangkan gereja dan umat Paroki Kleseleon melalui kinerja anggaran pemerintah. Konkritnya, revolusi pertanian yang dicanangkan pemerintah adalah tanah rakyat yang oleh karena ketidak mampuan rakyat, baik oleh karena ekonomi atau tenaga yang tidak mampu mengolah tanah rakyat maka pemerintah membantu untuk mengolahnya. Lahan kering kita pacul, lahan basah kita olah. Pada saat rakyat tanam kalau rakyat tidak memiliki bibit unggul maka pemerintah mensuplay.Saat mau beri pupuk rakyat tidak ada pupuk maka pemerintah membantu rakyat menyediakannya. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa tenaga ahli sehingga pada saat rakyat ada persoalan dengan tanamannya maka para ahli bisa membantu rakyat mengatasinya. Prinsipnya, dimana rakyat berusaha maka pemerintah bisa menggenapkan supaya hasilnya lebih baik dan bermanfaat bagi rakyat.

“Tadi saya senang sekali karena dalam pesan Natal yang disampaikan Romo Hendrik bahwa program utama di Paroki ini adalah Revolusi pertanian. Pastor bersama seluruh komponen gereja akan memberikan roh/jiwa sehingga pertanian yang dilaksanakan betul-betul berguna untuk rakyat. Karena tidak mungkin orang itu masih lapar dapat berdoa atau menjalankan ajaran gereja secara baik dan tidak mungkin sembahyang dengan benar,” ungkapnya.

Ketika para murid Yesus melihat para pengikut Tuhan kelaparan maka mereka melaporkan kepada Yesus akan keadaan itu. Saat itu Yesus tidak langsung sulap roti dan ikan untuk memberi makan kepada ribuan orang pengikut Yesus tetapi Yesus hanya mengatakan apakah ada roti dan ikan yang ada pada umat. Dari sana baru Tuhan membuat muksisat. Jadi, modalnya harus ada supaya Tuhan membantu dan berkarya. Oleh karena itu jagung, kacang,padi,bawang,pisang,itik, bandeng dan kambing akan dijadikan prioritas dalam program pemerintah untuk tingkatkan kesejahteraan rakyat sesuai topografi masing-masing wilayah. Semua yang dikerjakan harus dibungkus dengan iman melaui roh/jiwa agar apa yang dikerjakan kelak berhasil baik dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. (boni)

Baca Juga :   Untuk Keluar dari Ketertinggalan, Perlu Sinkronisasi Program Pemerintah
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top