EKONOMI

Pengurus PHRI TTU Resmi Dilantik. Kadispar: Ini Langkah Positif demi Pariwisata

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) TTU resmi dilantik Selasa (20/12) oleh badan pengurus PHRI Provinsi di Hotel Livero, Jalan Eltari Kota Kefamenau
Sekretaris Badan Pengurus PHRI NTT, Roby Rawis dalam sambutannya mengemukakan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), atau yang juga dikenal Indonesian Hotel and Restaurant Association (IHRA), merupakan asosiasi non-profit dari pemilik hotel dan restoran serta para profesional, yang memfokuskan kegiatannya untuk pengembangan dan pertumbuhan sektor-sektor penting industri pariwisata di Indonesia.

Logo PHRI

Logo PHRI

Selama bertahun-tahun, katanya, PHRI telah tumbuh menjadi sebuah asosiasi penting yang dekat dengan pemerintah dan sektor swasta terkait, menyajikan aspirasi serta tantangan dari industri kepada pemerintah, sehingga tercipta kebijakan yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan riil industri. “Yang termasuk dalam keanggotaan PHRI antara lain, hotel, restoran dan dan industri terkait termasuk pemasok dan lembaga pendidikan pariwisata,” paparnya.

Hadirnya PHRI di TTU, diharapkan bekerjasama dengan Pemda TTU untuk mewujudkan lini pariwisata yang lebih maju, menggenjot sektor pariwisata untuk income daerah. PHRI juga hadir sebagai media konsolidasi pariwisata untuk mengembangkan bidang perhotelan dan mendukung hotel-hotel dapat memenuhi standar kelaikan. Disisi lain, PHRI mendorong dan mengkonsolidasi semua pihak demi terwujudnya pariwisata yang baik.

Kepala Dinas Pariwisata TTU, Yosefina Onda menyampaikan apresiasi untuk kehadiran PHRI, pasalnya ini adalah suatu langkah positif dalam mendukung sektor pariwisata di TTU, menurutnya, ini adalah kesempatan untuk sktor pariwisata terus di perkuat demi mendukung pendapatan daerah dan TTU bisa dikenal sebagai destinasi wisata.

Baca Juga :   Forkocam Malaka Tengah Gelar Rapat Bahas Keamanan Wilayah

Dia meminta kiranya kerjasama ini terus dijalin dan dapat membawa perubahan pada sektor pariwisata. Memang harus ada sebuah lembaga sebagai media konsolidasi bagi para pelaku perhotelan, restoran dan sektor pariwisata lainya. “Ini tentu ada saling kontrol antar sesama sehingg kualitas perhotelan di TTU dapat memenuhi standar,” paparnya. (jos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top