EKONOMI

Petani Malaka Puas atas Stuba di Jateng dan DIY

BETUN, Kilastimor.com-Ketujuh Petani yang mengikuti Stuba di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogyakarta selama satu minggu terakhir, merasa puas dan berterima kasih kepada Pemda Malaka yang mempunyai perhatian besar kepada peningkatan SDM petani di Malaka.
Bupati dan Wabub Malaka sangat cerdas melihat peluang itu untuk membangun SDM Petani guna mendukung program prioritas Revolusi Pertanian Malaka. Stuba kali ini sangat lain dan berbeda karena didampingi tim ahli RPM Malaka dari Undana dan dilokasi stuba diterima profesor dan doktor dibidang pertanian, perikanan sehingga apa yang disampaikan benar fokus, terarah dan efisien.
Sistem ini yang harus dibangun kedepan, agar petani bisa mendapatkan pengetahuan dan pemahanan baik dibidang pertanian terpadu. Hal itu disampaikan dua petani Malaka, Sergius Klau dan Emanuel Robertus Bria kepada wartawan usai melakukan kunjunjungan ke petani pisang dan bawang di DI Jogyakarta, Kamis (8/12/2016).

Petani Malaka pose bersama kelompok tani di Yogakarta.

Petani Malaka pose bersama kelompok tani di Yogakarta.

Klau mengatakan, model pelaksanaan stuba yang diarsiteki tim ahli RPM dari Undana memang sangat hebat dan luar biasa. Selama satu minggu terakhir, waktu yang disediakan termanfaatkan dan optimal digunakan untuk bertatap muka dengan petani yang sukses di Jateng dan DIY. Dari setingan tim ahli, pihaknya juga diterima kelompok yang didampingi tim ahli pertanian peternakan Undip -DIY yang selama ini sukses mendampingi kelompok binaannya di Jateng- DIY, sehingga mereka bisa mendapatkan juara di tingkat profinsi dan djuga dikenal di level nasional dan internasional.

Baca Juga :   Penghuni Lapak Pasar Kasih Naikoten Gelar Aksi Protes di DPRD Kota Kupang

“Tentu prestasi yang ditorehkan seiring dengan perubahan pendapatan dari usaha yang dikelola. Selama satu minggu terakhir dari hasil belajar dan kunjungan di kelompok ternyata sangat membuka wawasan dan membuka cara pandang kita tentang petani. Ini pekerjaan hebat dan bisa direkomendasikan sebagai model pembelajaran petani Malaka untuk stuba kedepan,” paparnya.

Sementara itu, Emanuel Robertus Bria secara terpisah kepada wartawan mengatakan sangat puas dengan hasil stuba pada kelompok tani sukses di Jateng-DIY. “Kalau di kampung saya setiap bulan harus keluarkan uang dua puluh juta lebih untuk usaha peternakan ayam. Setelah stuba kali ini konsep kerja saya harus berubah. Kami sudah evaluasi ternyata mahalnya usaha peternakan ayam terletak pada pakan yang diberikan setiap hari. Kami beli dari toko sehingga kalau dijual maka keuntungan kelompok tidak signifikan,” ungkapnya.

Setelah stuba ini, ternyata dirinya mendapatkan informasi yang sangat penting terkait teknologi pengolahan pakan ayam dengan memanfaatkan potensi bahan makanan lokal yang ada di Malaka. Dari paparan kelompok tani dan pemantauan langsung di lapangan ternyata dengan teknologi pengolahan pakan bisa mengirit pengeluaran sangat besar. Ini perjalanan stuba yang hebat karena bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dibidang peternakan ayam, termasuk managemen agribisnis yang diterapkan. “Sekembalinya dari stuba ini saya akan membeli mesin pengolahan pakan ternak dan tetap berkoordinasi dengan tim ahli dan petani di DIY terkait management produksi pakan ternak khususnya ayam. Saya yakin usaha saya bisa berkembang dengan adanya perubahan pola produksi dengan memanfaatkan teknologi pengolahan pakan yang didapatkan,” jelas Bria.

Baca Juga :   Malaka Dipastikan Bertemu Manggarai Barat, TTU Kontra Ngada

Ketika ditanya terkait proses stuba yang diikuti, Emanuel mengatakan sangat puas. “Kita tidak hanya sekedar mendapatkan ilmu baru tetapi juga cara pandang kita terkait usaha dibidang pertanian terpadu sudah berubah. Kita harus andalkan potensi yang kita miliki di Malaka sebagai sumber penghdupan petani. Orientasi kerja kita sebagai petani harus mempertimbangkan pendapatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Petani kita di Malaka sebetulnya kaya tetapi karena managemen pengelolaan sumber pendapatan tidak dikelola maka mereka mudah sekali berangkat keluar negeri untuk bekerja agar bisa mendapatkan uang tunai setiap hari, setiap minggu dan bulan bahkan tahunan. Stuba kali ini memang hebat karena bisa merubah pola pikir petani Malaka dari usaha konsumtif menjadi produktif yang bernuansa agribisnis dibidang pertanian terpadu. Terima kasih pemda Malaka, terima kasih Tim Ahli dan Dinas Pertanian Malaka,” tutupnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top