RAGAM

Redam Penggunaan Kata tidak Sopan di Angkot, Kantor Bahasa NTT dan Pemkot Kupang Buat Lomba

KUPANG, Kilastimor.com-Kantor Bahasa Provinsi NTT menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk melakukan lomba penulisan Bahasa Indonesia baik dan santun pada Angkutan Kota (Angkot) di Kota Kupang.

“Kami ada program dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk adakan lomba. Karena itu, Kantor Bahasa Indonesia Provinsi NTT sebagai unit pelaksana tenis di daerah, akan melakukan lomba penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan santun di media ruang publik yakni pada Angkot di Kota Kupang, sesuai dengan SOP yang sudah ada,” kata Kepala Kantor Kahasa NTT, Valentina Lovina Tanate kepada wartawan di ruang Sasando Balai Kota, Jumat (2/12).

Pihak Kantor Bahasa dan Pemkot sedang berikan keterangan pers.

Pihak Kantor Bahasa dan Pemkot sedang berikan keterangan pers.

Tanate mengatakan, sesuai SOP yang sudah ada, maka langka awal yang dilakukan yakni membuat kesepakatan bersama dengan Dinas Perhubungan, Kesbangpol, Perijinan Satu Pintu Kota Kupang, Organda serta pengusaha Angkot. Salah satu poinnya yakni Kantor Bahasa NTT mengeluarkan keterangan Bahasa Indonesia yang ramah, barulah dapat mengeluarkan izin trayek.

“Salah satu kesepakatan kami yakni setelah kantor bahasa NTT mengelaurkan keterangan pengunaaan bahasa yang baik dan ramah baru izin trayek dikeluarkan. Untuk penyadaran pertama kami lakukan lomba,” kata Tanate.

Tanate mengaku, penggunaan bahasa yang baik dan ramah ini perlu dilakukan di Kota Kupang, karena sesuai hasil penelitian dari akademisi Undana dan hasil pemantauan dari kantor bahasa yakni penggunaan bahasa yang tidak ramah dan santun lebih banyak pada Angkot.

Baca Juga :   BPTP NTT Beri Bimtek untuk Poktan Milenial Malaka

“Masalah dalam penggunaan bahasa yang tidak ramah dan santun sesuai hasil penelitian pali banyak pada Angkot, sehingga dengan itu maka kami dari kantor bahasa NTT memfokuskan pada Angkot, dengan mengelar lomba tersebut. Sesuai hasil pemantaun oleh kami, penggunaan kata di hotel masih sangat kurang dan baik, dibandingkan pada Angkot,” terangnya.

Dia menambahkan, program yang dilakukan Kantor Bahasa NTT, tentunya mendukung Perda yang ada yakni Perda nomor 5 tahun 2000 tentang angkutan kota yang salah satu pasalnya tulisan dalam Angkot harus menggunakan bahasa Indonesia yang santun. Inilah dasar kerja yang saling mendukung.

Sementara itu, Kapala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Yogers Leka mengatakan, sebagaimana yang diketahui dan fakta, di Kota Kupang banyak Angkot yang gunakan bahasa sangat tidak santun. Sehingga melalui lomba ini kiranya dapat menyadarkan dan memberikan pemahaman bagi masyarakat khususnya pengusaha Angkot.

Menurut Leka, kedapan Dishub akan berekerjasama dengan Badan Perinjinan Kota Kupang, untuk tegas dalam mengurusan izin. Salah satu persyaratan yakni mendapat surat keterangan dari kantor bahasa, baru bisa izinnya dikeluarkan. Hal ini dilakukan karena sudah ada Perdanya.

Sedangkan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Noce Nus Loa mengatakan, tugas pokok dari badan pelayanan perizinan terpadu yakni mengelolah adaministrasi perizinan salah satu berkaitan dengan perizinan trayek. Berkaitan dengan program ini,dirinya menganggap sangat menolong, agar pada setiap angkot menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. (ify)

Baca Juga :   38 Anak PAUD di Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat Diwisuda
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top