RAGAM

Rektor Unimor: Mahasiswa dan Masyarakat jangan Percaya dengan Rumor

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Peralihan Universitas Timor (Unimor) menjadi Universitas Negeri sejak tahun 2013 lalu merupakan harapan banyak pihak terutama mahasiswa, guna mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu dan mampu diakses oleh masyarakat manapun. Harapan ini terkabul dengan berubah status menjadi Universitas Negeri. Meskipun demikian Unimor masih butuh pembenahan agar sama dengan Universitas lainya di Indonesia.

Sirilus Seran

Sirilus Seran

Rektor Universitas Negeri Timor, Sirilus Seran saat di konfirmasi Kilastimor.com beberapa waktu lalu terkait aksi protes dari aliansi mahasiswa Unimor atas kebijakan-kebijakan kampus mengemukakan, pihaknya sebagai civitas Akademik mengapresiasi aksi itu, karena turut mengawal dan mengingatkan agar Unimor jadi lebih baik.
Namun melihat tuntutan-tuntutan aksi massa, dirinya merasa bingung karena semua hanya isu yang diangkat dan dimainkan oleh beberapa oknum. “Kita berharap mahasiswa sebagai orang yang intelek dapat menyaring isu yang berkembang jangan sampai hanya untuk membuat sensasi,” katanya.

Terkait beberapa kebijakan kampus yang sempat disampaikan, dia meminta untuk disertakan dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika terbukti, maka pihaknya akan memproses demi memperbaiki kepincangan-kepincangan sistem yang ada.

Sirilus Seran menegaskan, pihaknya tidak pernah membuat kebijakan yang merugikan mahasiswa, justru pihak rektorat sedang berusaha menjawab segala tuntutan sebagai Universitas Negeri. Tidak bisa dipungkiri, kalau Unimor masih masih dalam masa transisi sehingga ada beberapa kekurangan. Diharapkanke berbagai elemen turut memperbaiki dan tidak ikut terprofokasi.

Baca Juga :   Kasus Kekerasan Terhadap Anak di TTU Meningkat

“Kalau berbicara mengenai keterbukaan Informasi di lingkup Unimor, saya pikir sudah terjadi, dan apalagi yang perlu dipertanyakan? Semua informasi kita sudah sampaikan dan kalau ada yang perlu diketahui yang besangkutan silahkan lakukan cek. Biaya-biaya yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa misalkan PMM, PKL dan PPL kita sudah manage dana begitu baik. Namun harus diketahui bahwa jenis dana itu sudah masuk dalam uang negara, sehingga kebijakan yang dilakukan harus berdasar atas regulasi yang ada,” terangnya.

Dana APBN untuk membiayai Unimor katanya, masih sangat kurang atau tidak sebanding dengan kebutuhan Kampus Unimor. “Kita harapkan mahasiswa dan masayrakat jangan cepat percaya akan isu yang dimainkan oleh beberapa pihak, yang berusaha merusak institusi pendidikan dan membangun paham tidak benar kepada Unimor,” pungkasnya. (jos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top