RAGAM

Tarian Benenai Funan Malaka Membuat Peserta Tour de Timor Terkesima

BETUN, Kilastimor.com-Tarian Benenai Funan Malaka yang dipertunjukan anak-anak sanggar Manukakae, SMAN Harekakae, Malaka Tengah dalam acara ramah tamah bersama peserta Tour de Timor benar-benar menghipnotis peserta di Haitimuk, Rabu (30/11/2016).
Dalam tarian yang dilakoni anak-anak SMAN Harekakae itu menggambarkan kepada semua pihak bahwa daerah perbatasan negara ada saja konflik yang terjadi, baik secara sadar atau tidak. Namun hal itu bisa diatasi dengan senyuman dan keramahan budaya orang Malaka yang ditontonkan lewat tarian itu sehingga tidak terjadi konflik. Para peserta Tour de Timor begitu terkesima dengan tampilan bidu dan likurai yang sangat unik.

Tarian penyambutan peserta Tour de Timor yang ditampilkan Sanggar Manukakae.

Tarian penyambutan peserta Tour de Timor yang ditampilkan Sanggar Manukakae.

Ruddy Otto, salah satu koreografer sangar seni Manukakae di SMAN Harekakae kepada wartawan mengatakan Tarian Benenai Funan Malaka dikemas dengan melihat kondisi riil kita di wilayah perbatasan negara. Secara geografis kita memang berbeda karena kedaulatan negara kita berbeda. Walau berbeda geografis tetapi sesungguhnya orang Malaka dan Timor Leste masih memiliki hubungan genealogis dan adat yang sama. Dalam situasi konflik sekalipun pasti akan terselesaikan karena kita memiliki hubungan kekerabatan dan budaya yang sama. Ini bentuk kearifan lokal yang perlu dibangun dan kembangkan di wilayah perbatasan negara.

Rudi mengatakan melalui tarian likurai dan bidu yang dipertontonkan anak sanggar Manukakae sesungguhnya digali dari nilai-nilai luhur yang dianut warga Malaka. Kekayaan itu sudah ada hanya diangkat kembali melalui tarian agar mengingatkan kembali kita bahwa daerah ini sesungguhnya kaya akan nilai yang ditinggalkan leluhur.

Baca Juga :   Sukseskan Sidang I, Bria Seran Puji Kinerja Sekretariat Dewan

Kemasan tarian yang merupakan perpaduan antara bidu dan likurai hanya sebagai sarana pengungkapan nilai. Konflik akan reda sendiri menyaksikan karya seni dan budaya yang dimiliki.
Funan Malaka itu mengibaratkan diri sebagai bunga dengan arti senyuman dan keindahan. Masyarakat di perbatasan bisa saja ada konflik kepentingan, karena perbedaan kepentingan dua negara. Namun hal itu akan sirna dan hilang dengan sendirinya karena orang Malaka sama dengan bunga yang semerbak mewangi. Siapa saja rermasuk musuh sekalipun kalau bertemu orang Malaka akan luluh dan tidak berbuat ulah. Itu karena keindahan, kelembutan dan kecantikan serta kemolekan orang Malaka. Benenai Funan Malaka itu ibarat orang Malaka dalam jumlah besar mereka akan datang dan menghadapi musuh dibatas. Namun karena kelembutan dan kecantikan yang dimiliki maka musuh yang datang akan takluk dan bertekuk lutut dihadapan orang Malaka seperti yang dipertontonkan dalam tarian anak-anak sanggar Manukakae. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top