RAGAM

Wabup Malaka: ‎RPM Bisa Eliminir Kemiskinan di Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicanangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka bisa dijadikan salah satu cara mengeliminir masalah kemiskinan di Malaka. ‎Kalau program itu dijalankan dengan baik, maka warga Malaka bisa kelimpahan makanan. Rakyat tidak akan kelaparan, dan bisa fokus memperhatikan sektor-sektor lain, guna mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat.
Visi dan Misi serta program prioritas pemerintah daerah sebagai program penanggulangan kemiskinan di Malaka. Kalau dijalankan secara terencana dan melalui evaluasi yang baik, maka kemiskinan dapat dieliminir dan rakyat bisa sejahtera. Hal itu disampaikan Wabub Kabupaten Malaka, Daniel Asa saat membuka kegiatan rakor penanggulangan kemisinan di Betun, Jumat (16/12/2016).

Daniel Asa

Daniel Asa

Wabub Asa mengatakan, RPM merupakan salah satu program andalan pemerintah yang langsung menyentuh kehidupan dasar masyarakat Malaka. RPM itu definisinya, Upaya yang sungguh-sungguh dengan cara luar biasa dalam waktu sesingkat-singkatnya, rakyat akan kelimpahan makanan. Itu artinya, rakyat kita akan kelimpahan pangan dan bisa keluar dari kemiskinan dibidang pangan.
Definisi operasionalnya, rakyat karena ketidakmampuan masyarakat mengolah lahan miliknya, maka pemerintah membantu mengolah supaya ditanam masyarakat. Selain mengolah pemerintah juga menyiapkan bibit unggul, pupuk, obat-obatan untuk membantu masyarakat.

Sampai dengan desember tahun 2016, Pemda Malaka sudah menyiapkan traktor besar sebanyak 15 unit dan saat ini menyebar di 12 Kecamatan untuk mengolah lahan masyarakat. Tahun 2017 melalui persetujuan DPRD, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk mengadakan lagi 15 unit traktor besar sehinga total traktor besar di Malaka sudah mencapai 30 unit. Semua traktor yang ada akan dibagi secara proporsional di 12 kecamatan untuk mengolah lahan masyarakat, yang biaya operasionalnya ditanggung pemerintah. Rakyat tinggal tanam dan melakukan pembersihan lahan selanjutnya hasil panenannya untuk rakyat.

Baca Juga :   Festival Budaya Malaka untuk Pupuk Persaudaraan

“Kita akan malu bila rakyat Malaka kelaparan ditanah yang tersubur di Pulau Timor. Itu sangatlah ironis jika rakyat kekurangan makan.
Untuk saat ini terkait ketersediaan pangan rakyat, salah satu program pemerintah adalah membayar raskin untuk masyarakat miskin. Pemerintah yang bayar raskin milik warga, sehingga tidak membebani rakyat. Itu tanggung jawab pemerintah. ‎Salah satu tugas bersama kita adalah mendorong supaya rakyat Malaka tidak mengalami kekurangan makanan di daerah yang subur,” tukasnya.

Melalui rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan yang dilakukan sekarang, bilangnya, semua pihak harus membuat pemetaan terkait kemiskinan di Malaka. Selanjutnya perlu dilakukan penajaman program yang masuk ke setiap desa dan kecamatan yang ditindaklanjuti dengan tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat. “Hal itu menjadi tugas kita semua yang harus dituntaskan dalam rakor tahun ini,” tambahnya.

Wabub Asa mengatakan, penanggulangan kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama yang menjadi tugas seluruh komponen masyarakat untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di daerah.
Melalui rakor ini pihaknya harus mendapatkan informasi yang aktual dan juga mengawal kebijakan dan mengawasi penanggulangan kemiskinan diberbagai desa yang rentan di Malaka. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top