RAGAM

Warga Penambang Pasir Diminta Jaga Bronjong Sungai Benenain

BETUN, Kilastimor.com-Warga Penambang pasir yang melakukan aktifitas disekitaran wilayah Sungai Benenain untuk berhati-hati. Warga diminta supaya tidak melakukan kegiatan penambangan disekitar bangunan perkuatan tebing di wilayah Haitimuk dan Motaulun, sehingga tidak merusak bangunan bronjong yang baru dibangun.
Sesuai aturan penambang yang mau mengambil pasair dan batu 500 meter dari arah hulu dan hilir agar tidak merusak bangunan yang ada. Hal itu disampaikan PPK Sungai dan Pantai II BWS Nusa Tenggara II, Pahlawan Perang kepada wartawan di Betun, Jumat (30/1/-2016).

Inilah alur Sungai Benenain dengan bronjong penahan banjir.

Inilah alur Sungai Benenain dengan bronjong penahan banjir.

Pahlawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dilapangan khususnya pada pembangunan bronjong di titik Haitiumuk dan Motaulun ada penambangan pasir dan sertu disekitar bangunan tebing yang baru selesai dikerjakan.

“Kita harapkan agar bangunan perkuatan tebing Haitimuk dan Motaulun yang sudah dibangun agar dijaga keselamatannya dengan cara tidak boleh mengambil material berupa pasir dan sirtu didepan atau didekat bangunan yang ada. Kalau mau ambil material supaya ‎dilakukan sepanjang 500 meter dari hulu dan hilir sungai Benenain. Hal itu dimaksudkan supaya bangunan bronjong yang sudah dikerjakan dapat terjaga dengan baik dan berumur panjang,” terangnya.

Cara lain penambangan bisa dilakukan ditengah sesuai alur sungai Benenain. Kalau penambang melakukan kegiatan penambangan dipinggir bangunan bronjong, maka saat hujan dan banjir akan terjadi penggerusan yang merusak bangunan. “Kita inginkan agar saat musim penghujan daerah disekitar tebing diperkuat dengan sedimen banjir agar bangunan bronjong yang dibangun semakin kokoh dan kuat serta berumur panjang,” imbuhnya.

Baca Juga :   Unik... Sukabiren Chrismas Garden di Belu Menjadi Satu-satunya Taman Natal di NTT

Dia berharap ‎seluruh komponen masyarakat menyadari hal itu dan tidak melakukan penambangan disekitar tebing sungai. Dinas teknis Pemkab Malaka perlu melakukan pengawasan agar aktifitas penambangan warga tidak merusak dan mengancam fasilitas bronjong yang sudah dibangun pemerintah. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top