RAGAM

Bupati Belu Minta 31 Kades untuk Tulus Melayani Masyarakat

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu melantikan 31 Kepala Desa. Kepala desa yang baru dilantik diminta harus memahami secara benar apa artinya menjadi seorang pemimpin. Pemimpin itu adalah panutan, penuntun, pelayan, pemimpin itu juga pamong praja bukan pangreh praja. Pemimpin dipilih untuk melayani bukan untuk dilayani dan pemimpin itu dipilih untuk memahami bukan untuk dipahami.

Kades terlantik tandatangani dokumen pelantikan.

Kades terlantik tandatangani dokumen pelantikan.

Penegasan itu disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam sambutan acara pengambilan sumpah dan pelantikan Kades terpilih menjadi Kades se-Kabupaten Belu periode 2017-2023 bertempat di Gedung Betelalenok, Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Selasa (10/1/2017).

Menurut Lay, memasuki tahun 2017 Pemkab Belu mengawali kalender kerja dengan melantik 31 orang Kepala Desa sebagai muara dari proses pemilihan Kades serentak pada 13 Oktober 2016 lalu yang telah berhasil melaksanakan pesta demokrasi. Porses politik telah selesai, tidak ada lagi lawan, yang ada sekarang hanyalah kawan, teman, sahabat untuk sama-sama bergandeng tangan menyukseskan program pembangunan di desa masing-masing.

“Saudara-saudari dipanggil untuk menjadi pemimpin bagi seluruh warga masyarakat setiap tempat mengabdi, bukan menjadi pemimpin hanya bagi pengikut dan pendukung yang telah memilih saudara-saudari menjadi Kepala Desa,” ujar dia.

Salah satu program pokok pembangunan Pemkab Belu dari lima program pokok yang dicanangkan yakni, program pembangunan ekonomi keluarga yang memiliki daya saing berbasis pertanian, peternakan, pertambangan, perindutrian dan perdagangan, kelautan dan perikanan, pariwisata dan kebudayaan bersendikan kerakyatan. “Suksesnya program ini sangat ditentukan oleh peran serta pemerintah desa dan perangkatnya,” ucap lay.

Baca Juga :   Kemen PUPR Tunggu Usulan Rumah Layak Huni dari Pemda Malaka

Kesempatan itu Lay mengingatkan kepada para Kades agar semua dinamika politik yang terjadi selama proses Pilkades berakhir di moment pelantikan Kades terpilih hari ini. Kades harus semangat baru, harus bangkit membangun kepercayaan diri dari masyarakat untuk membangun wilayah demi mensejahterakan masyarakat. “Semua sudah berakhir, jangan sampai menaruh dendam di hati dengan lawan politik. Jangan lawan politik ditendes, tapi gandeng tangan sama-sama bangun wilayah,” tandas dia.

Lay berharap, agar Kepala Desa yang dilantik dapat melaksanakan tugas dan pengabdiannya secara optimal agar peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik sebagai tujuan utama pengabdian, pelaksanaan tugas dapat terwujud dan pembangunan di wilayah Belu maju sehingga masyarakat hidup sejahtera.

Sementara Kades Renrua, Eduardus Kidamanto Bau mengatakan, dirinya akan merangkul seluruh masyarakat termasuk lawan politik untuk bersama-sama membangun, memajukan wilayah desa Renrua agar kedepan sehingga lebih baik lagi. “Tidak ada lawan poltik, semua masyarakat Renrua dan kita akan sama-sama bangun daerah dan meningkatkan perekonomian desa demi mewujudkan masyarakat ya ng sejahtera,” kata Bau.

Adapun 31 Kades terpilih yang dilantik antara lain, Kepala Desa Lasiolat, Maneikun, Fatulotu, Maumutin, Raifatus, Aitoun, Tukuneno, Naekasa, Tukuneno, Lookeu, Derokfaturene, Bakustulama, Rinbesihat, Naitimu, Lawalutolus, Renrua, Dua Koran, Faturika, Mandeu Raimanus, Tasain, Sadi, Manleten, Fatuba’a, Dafala, Bauho, Sarabau, Halimodok, Mauhitas, Debululik, Nualain, Nanaenoe dan Fohoeka.

Baca Juga :   Pemprov NTT Diminta Perbaiki DI Motamoruk

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Belu, Wakil Ketua I dan II DPRD Kabupaten Belu, Sekda Belu, Pimpinan Forkompimda Belu, Wadansatgas Yonif Raider 641/Beruang, Pimpinan SKPD, Tim PKK Belu serta para tamu undangan dari 31 Kepala Desa yang dilantik. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top