RAGAM

Dua Titik Jalan Perbatasan RI-RDTL Rawan Longsor

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pengerjaan proyek jalan sabuk merah perbatasan RI-Timor Leste yang dilaksanakan PT. Nindya Karya sejak tahun lalu kian rampung. Namun, ada titik-titk jalan sabuk perbatasan di wilayah Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu yang rawan longsor.

Inilah salah satu titik rawan longsor di Asulait.

Inilah salah satu titik rawan longsor di Asulait.

Setidaknya terdapat dua titik jalan yang rawan longsor di jalur sabuk perbatasan yang menghubungkan Dusun Asulait, Desa Sarabau dan Dusun Oeleu, Desa Bauho wilayah Tastim yang berbatasan langsung dengan Desa Kowa, Distric Bobonaro, Timor Leste.

Sesuai pantauan media ini, Minggu (29/1/2017) siang, salah satu titik rawan longsor yakni jalur yang melintasi cekdam dari Dusun Asulait menuju Dusun Oeleu. Nampak jalan yang belum diaspal itu sama tinggi dengan cekdam. Akibatnya air tampungan cekdam memutuskan jalan air yang mengalir perlahan mengikis tanah sepanjang bahu jalan.

Kondisi tersebut menyebabkan jalan putus. Sehingga untuk melintasi jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor, sementara untuk kendaraan roda besar tidak bisa melintas baik dari dan menuju Asulait ke Wedomu.

Sementara itu satu titik yang rawan longsor terdapat di Dusun Oeleu, Desa Bauho menuju ke Ibu Kota Kecamatan Tastim. Nampak aspal jalannya mulai retak-retak dan tidak rata, dikarena tanah mulai turun dan rawan longsor. Selain itu disepanjang jalan tidak ada saluran air drainase dan penahan.

Baca Juga :   Pembangunan Kantor Disdukcapil TTU Mangkrak. Sallu: Kami akan PHK

Kepala Desa Sarabau, Belmindo Roberto Rinmalae disela-sela meninjau lokasi jalan putus kepada awak media menuturkan, selain amblasnya jalan sabuk merah perbatasan di Dusun Asulait, masih terdapat dua titik jalur yang menghubungkan Asulait dan Desa Bauho yang rawan longsor yakni jalan yang melintas cekdam dan jalan di Dusun Oeleu.

Dikatakan, kondisi tanah yang labil menyebabkan rawan longsor. Apalagi kalau pengerjaan jalan raya tidak sepaket dengan drainase dan penahan makan jalan akan rusak. “Dua titik itu parah. Kalau tidak segera ditindaklanjuti maka jalan akan amblas seperti di Dusun Asulait,” ujar Belmindo. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top