EKONOMI

Kuliner Jagung Bose Ny. Martha di Betun Laris Manis

BETUN, Kilastimor.com-Beragam cita rasa kuliner nusantara seakan tiada habisnya. Beragam etnis, suku dengan budaya, turut mempengaruhi menu makanan dan minuman yang diolah, dikemas dan disajikan. Cita rasa khas menjadi tradisi turun temurun dan kini mulai disajikan, termasuk jagung bose, salah satu masakan khas orang Timor.

Inilah kuliner jagung bose

Inilah kuliner jagung bose

Orang Timor sangat mengakrabi jagung bose dan jagung rebut. Kini masakan itu mulai dipasarkan sebagai peluang bisnis.
Salah satu contoh dibuat seorang ibu di Pasar Beiabuk, Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Dia adalah Ny. Martha Luruk.

Ibu paruh baya yang berdomisili di RT 1, RW 2, Desa Wehali, Malaka Tengah mulai menjajakan masakan
tradisional bose dan jagung rebus atau batar da’an.
Usaha kuliner yang satu ini, telah dimulai sejak setahun lalu dengan penghasilannya mencapai ratusan ribuh rupiah setiap harinya.

Usaha jual jagung bose dan jagung rebus, memang telah langka di kota, setelah menjamurnya restoran dan warung dengan berbagai sajian menu makanan dari luar Timor.
Melihat kondisi itu, Ny. Martha membuka usaha kuliner tradisional tersebut, demi memenuhi kebutuhan warga kota akan kuliner, maupun mendapatkan keuntungan.

Ny. Martha tanpa merasa lelah, menyiapkan menu tersebut setiap harinnya. “ Iya pak kita jual ini untuk anak sekolah dan keluarga sa, biar bisa ada uang sadikit ee,” ungkap Ny. Martha.

Baca Juga :   Hipmikindo Gelar Open Road Race di Sirkuit Simpang Lima

Untuk merebus jagung bose dan jagung rebus, hanya memakan waktu 45 menit saja. Usai matang, bose siap dijajakan di sepanjang emperan pertokoan, dengan sasaran pedagang kaki lima dan orang kantoran terutama para ibu.
Satu mangkuk bose dan jagung rebus, hanya dijual seharga Rp 5000 ribuli. Meski terbilang miskin akan ramuan bumbunya, bose dan jagung rebus terasa enak dan nikmat alamiah ketika dicicipi, karena hanya dicampur garam dan ditemani sambal tomat dan ikat kering bakar.

Setiap harinya, Ny. Martha menyiapkan sekira 40 hingga 200-an mangkuk jagung bose dan jagung rebus yang dicampur sayur-sayuran, potongan labu kuning yang dibeli dari desa Alas Kotabot, kecamatan Kobalima Timur.
Peluang usaha kuliner yang satu ini memang jarang dilihat, namun berkat kreativitas Ny. Martha kini laris manis ini.

Untuk diketahui, pengelolaan jagung bose cukup mudah. Jagung kering ditumbuk dilesung, dicampur air dan ramuan lain hingga kulit ari jagung kerkelupas, kemudian barulah dimasak dan jadilah bose.

Sedangkan jagung rubus yakni, jagung kering direbus bersama sayur-sayuran, kacang-kacangan hingga benar- benar matang, dan kemudian bisa disantap.

Nama jagung bose belum memiliki arti dan belum bisa diterjemahkan kata “Bose”. Entah dari bahasa mana kata bose itu. Sedangkan bahasa Tetun yakni batar inan, batar sokur dan batar fai.

Kuliner khas Belu-Malaka dan Timor pada umumnya, perlu dikembangkan dan menjadi salah satu jenis usaha produktif. Semoga. (***)

Baca Juga :   Pemda Malaka akan Terus Berjuang Perluas dan Sukseskan RPM
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top