EKONOMI

Kuliner Jagung Bose Ny. Martha di Betun Laris Manis

Untuk merebus jagung bose dan jagung rebus, hanya memakan waktu 45 menit saja. Usai matang, bose siap dijajakan di sepanjang emperan pertokoan, dengan sasaran pedagang kaki lima dan orang kantoran terutama para ibu.
Satu mangkuk bose dan jagung rebus, hanya dijual seharga Rp 5000 ribuli. Meski terbilang miskin akan ramuan bumbunya, bose dan jagung rebus terasa enak dan nikmat alamiah ketika dicicipi, karena hanya dicampur garam dan ditemani sambal tomat dan ikat kering bakar.

Setiap harinya, Ny. Martha menyiapkan sekira 40 hingga 200-an mangkuk jagung bose dan jagung rebus yang dicampur sayur-sayuran, potongan labu kuning yang dibeli dari desa Alas Kotabot, kecamatan Kobalima Timur.
Peluang usaha kuliner yang satu ini memang jarang dilihat, namun berkat kreativitas Ny. Martha kini laris manis ini.

Untuk diketahui, pengelolaan jagung bose cukup mudah. Jagung kering ditumbuk dilesung, dicampur air dan ramuan lain hingga kulit ari jagung kerkelupas, kemudian barulah dimasak dan jadilah bose.

Sedangkan jagung rubus yakni, jagung kering direbus bersama sayur-sayuran, kacang-kacangan hingga benar- benar matang, dan kemudian bisa disantap.

Nama jagung bose belum memiliki arti dan belum bisa diterjemahkan kata “Bose”. Entah dari bahasa mana kata bose itu. Sedangkan bahasa Tetun yakni batar inan, batar sokur dan batar fai.

Kuliner khas Belu-Malaka dan Timor pada umumnya, perlu dikembangkan dan menjadi salah satu jenis usaha produktif. Semoga. (***)

Baca Juga :   Heri Klau-Quido Seran Blusukan Sambil Kumpul KTP

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top