RAGAM

Jalan Negara Atapupu-Motaain Terancam Putus akibat Tembok Penahan Gelombang di Dermaga Jebol

ATAMBUA, Kilastimor.com-Tembok penahan gelombang di sekitar lokasi Dermaga Atapupu,, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu jebol terhempas gelombang. Akibat jebolnya panahan tersebut ruas jalan negara yang menghubungkan Atapupu-Atambua, juga Atapupu-Mota’ain itu terancam putus.

Pantauan media belum lama ini, jebolnya tembok penahan gelombang di jalur trans timor menuju pintu batas Mota’ain dan Timor Leste itu itu diakibatkan hantaman gelombang laut yang keras. Kondisi tersebut kian parah dengan curah hujan yang turun dalam sepekan terakhir atau musim barat sehingga menimbulkan gelombang laut yang tinggi.

Ruas jalan a Atapupu rusak terhempas gelombang.

Ruas jalan a
Atapupu rusak terhempas gelombang.

Tembok penahan kurang lebih setinggi dua meter itu terlihat bolong setelah sebagian penahan pada bagian dasar jebol. Lubang memanjang sekira dua meter dan lebar satu meter pada pehanan gelombang belum diperbaiki hingga saat ini. Jebolnya penahan itu mengakibatkan tumpukan material terkikis hingga bahu jalan kurang lebih berjarak setengah meter yang mengancam jalur tranportasi dari dan menuju Kecamatan perbatasan itu putus.

Kepala Desa Jenilu, Petrus Kapir yang dihubungi mengatakan, Jumat (13/1/2017), apabila tidak ada perhatian dan tindaklanjut dari Pemerintah pusat maka dalam waktu tembok penahan itu akan putus. Saat ini gelombang air laut cukup besar, apalagi masih musim barat gelombangnya sangat tinggi dan tidak menutup kemungkinan tembok penahan putus maka jalur transportasinya akan putus total.

Baca Juga :   KPU Belu Launching Pilkada, Kerinduan Warga Belu Miliki Bupati Defenitif Bakal Terwujud

“Tahun lalu dinas teknis sudah survei dan diturunkan bahan material pasir, tapi setelah itu tidak ada perbaikan sampai sekarang. Kalau ini terus dibiarkan sampai bulan depan maka tembok penahannya akan putus dan imbasnya ke jalan raya,” ujar dia.

Jelas dia, tahun sebelumnya pihak desa telah mengusulkan dan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait kondisi tembok tersebut. Akan tetapi ditemukan kendala, dimana jalur tersebut berstatus jalan negara sehingga kebijakannya ada pada Pemerintah Pusat. “Kita berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Pusat sehingga kondisinya tidak lebih buruk lagi,” pinta Kapir.

Terpisah Camat Kakuluk Mesak, Tarsi Naisali mengakui kondisi tembok penahan gelombang itu telah terjadi sejak tahun lalu dan belum ada perhatian hingga kini untuk perbaikan. Meskipun kebijakan perbaikan ada pada pusat karena status jalan negara, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan dinas teknis daerah, sehingga bisa diperhatikan dan segera ditindaklanjuti dengan memperbaikinya.

“Ini anggaran APBN, sehingga kita bisa ada perhatian serius dari Pemerintah Pusat dengan menindaklanjuti perbaiki pehanan gelombangnya sehingga kerusakan tidak meluas ke jalan raya,” harap dia (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top