RAGAM

Lay: Dana Desa Tidak Bawa Perubahan. Polres Belu Tangani Tiga Kasus Penyelewengan Dana Desa

ATAMBUA, Kilastimor.com- Bupati Belu Willybrodus Lay dalam sambutannya saat melantik 31 Kepala Desa Selasa (10/1) kemarin mengatakan, pemanfaatan Dana Desa pada 69 desa di Kabupaten Belu tahun 2016, ternyata tidak membawa perubahan bagi masyarakat. Padahal dana desa begitu besar yang telah dikucurkan dari tahun ke tahun.
“Pembangunan kita masih tertinggal. Rata-rata dana desa yang dikucurkan ke setiap desa diatas Rp 1 miliar tergantung luas wilayah. Tapi dari tahun ke tahun tidak berubah,” ungkap Lay dihadapan 31 Kepala Desa terlantik dan tamu undangan.

Willybrodus Lay

Willybrodus Lay

Lay meminta, pada tahun 2017 alokasi dana desa dipergunakan untuk memberdayakan masyarakat desa. Dana tersebut tidak lagi dipergunakan untuk membuat jalan, tapi membangun embung-embung sebagai tempat penampungan air untuk mengatasi kesulitan air di musim kemarau. Sehingga bisa membantu kembangkan pertanian khususnya bagi masyarakat petani.

Diingatkan kepada semua Kepala desa yang dilantik agar menyiapkan lahan seluas-luasnya untuk kebun dusun, juga ladang penggembalaan ternak karena NTT merupakan provinsi ternak. Selain itu juga setiap dusun harus menyiapkan lahan untuk hutan Cendana yang menjadi primadona propinsi NTT karena kita dikenal sebagai Propinsi Cendana.

“Saya minta para Kepala Desa harus siapkan lahan kebun masyarakat yang luas untuk bercocok tanam. Kepala desa harus membantu masyarakat agar luas kebun masyarakat bertambah dari tahun ke tahun sehingga mencukupi kebutuhan,” pinta Lay.

Baca Juga :   Lasindo NTT Siap Berantas Praktik Suap, Korupsi dan Gratifikasi

Masih menurut Lay, menjadi seorang pemimpin itu harus melihat kebutuhan masyaraktnya bukan melihat diri sendiri atau golongan tertentu. Kepala Desa itu harus merakyat, merangkul seluruh masyarakat dan memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi masyarakat desa.

“Harus lihat kebutuhan masyarakat. Tugas Kepala Desa harus ada lahan kebug di setiap dusun dan sekali dalam seminggu saya akan turun kedesa-desa untuk cek kebun-kebun rakyat,” ingat Bupati Belu itu.

Para Kepala desa bekerja dan laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai fungsi. Membangun hubungan yang harmonis dengan mitra BPD dan bersinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa. Galakan seluruh komponen yang ada di desa baik kelembagaan masyarakat maupun warga masyarakat secara keseluruhan agar mendorong terwujudnya kemandirian. “Tugas para Kepala desa mengingatkan harapan masyarakat desa untuk peningkatan pelayanan serta kesejahteraan tergantung pada kinerja kalian sejak hari ini sampai enam tahun kedepan,” harap Lay.

Terpisah, Wakapolres Belu, Kompol Okto Wadu Ere mengatakan ada berbagai masalah yang terjadi di desa dan sudah diadukan ke penyidik seperti masalah beras miskin (raskin) dan penyimpangan dana desa. Untuk tahun 2016, ada terdapat masalah dana desa yang sementara dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik Polres. “Ada tiga kasus penyimpangan dana desa yang sementara kita tangani dan kita akan proses lebih lanjut,” ucap Okto.

Baca Juga :   Tim Kemen-PUPR Kunjungi Desa Binaan OASE di Malaka
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top