NASIONAL

LPSK: Kekerasan di Dunia Kampus jangan Hanya Diselesaikan dengan Cara Kekeluargaan

JAKARTA, Kilastimor.com-Belum selesai pengungkapan kasus penganiayaan hingga mengakibatkan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Utara, tewas, dugaan terjadinya aksi kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan kembali terjadi. Kali ini menimpa mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dimana tiga orang mahasiswanya dikabarkan meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar Mapala Unisi UII di lereng Gunung Lawu.

Abdul Haris Semendawai

Abdul Haris Semendawai

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai dalam press release yang diterima media ini mengaku prihatin dengan terjadinya beberapa aksi kekerasan di lingkungan pendidikan dalam beberapa waktu terakhir. Lembaga pendidikan, menurut dia, sudah seharusnya jauh dari aksi-aksi berbau kekerasan. “Pendidikan yang diperuntukkan bagi para siswa itu hendaknya memiliki dan mengandung rasa kemanusiaan,” kata Semendawai di Jakarta, Selasa (24/1).

Terkait aksi-aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, Semendawai minta penanganan kasusnya harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh dalam arti kasus itu tidak hanya diselesaikan secara kekeluargaan saja, melainkan dibutuhkan penegakan hukum sehingga ke depan tidak lagi terjadi. Kepada semua pihak terkait, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan dimaksud, harus mampu bertanggung jawab dan lebih peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

Baca Juga :   Guru 65 Tahun Hamil Kembar Empat

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top