RAGAM

Masalah Kependudukan di Perbatasan Butuh Perhatian Serius

ATAMBUA, Kilastimor.com-Permasalahan kependudukan yang terjadi di daerah perbatasan RI-Timor Leste khususnya di wilayah Kabupaten Belu sangat dibutuhkan perhatian serius untuk ditangani. Sebab itu, kerja sama yang sinergis antar Pemerintah Pusat sampai dengan daerah serta seluruh instansi terkait sangat dibutuhkan.

BKKBN Sosialisasi Masalah kependudukan di Atambua

BKKBN Workshop Masalah kependudukan di Atambua

Kepala Perwakilan BBKN Provinsi NTT, Kresaputra mengatakan hal kepada media usai kegiatan workshop peningkatan kompotensi aparat sipil negara (ASN) Perwakilan Provinsi NTT bertempat di Hotel Nusantara 2, Selasa (31/1/2017). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan dan Dandim 1605/Belu, Letkol (Czi) Nurdihin Adi Nugroho yang juga pembawa materi workshop.

Dikatakan, pemerintah memberikan fokus perhatian terhadap daerah perbatasan karena merupakan wilayah terpencil, terdalam dan masih tertinggal. Perhatian dikhususkan kepada daerah Kabupaten Belu karena merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Timor Leste.

“Karena itu kegiatan workshop ini dilaksanakan di Kabupaten Belu. Peserta acara sebagian besar dari Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTT dan Kabupaten Belu,” ujar Kresaputra.

Menurut dia, perhatian yang diberikan secara serius dan fokus ini bertujuan guna menyetarakan daerah perbatasan Belu dengan daerah-daerah lainnya. Adapun perhatian melalui kucuran program kepada daerah tertinggal khususnya di 27 kampung KB di Kabupaten Belu. Kita berharap daerah perbatasan Belu yang juga merupakan daerah tertinggal, terpencil bisa maju dan masyarakat bisa nikmati kesejahtaraan.

Baca Juga :   Pengerjaan PLTU Afuik, Belu akan Dilanjutkan

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top