RAGAM

PLBN Motaain jadi Obyek Wisata Baru dan Ramai Dikunjungi Warga

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pasca diresmikan Presiden Joko Widodo, 28 Desember lalu, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Mota’ain, ramai dikunjungi warga dan menjadi sebagai objek wisata baru di Belu, yang berbatasan langsung Republica Democratica de Timor Leste (RDTL).

PLBN Motaain ramai dikunjungi warga.

PLBN Motaain ramai dikunjungi warga.

Disaksikan media ini, Selasa (3/1/2017) siang para pengujung mulai dari anak-anak bahkan hingga orang dewasa memadati kompleks PLBN di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur itu. Nampak para pengunjung berkerumun di beberapa titik PLBN Mota’ain seperti di pintu gerbang utama pelintas yang bertuliskan Indonesia, taman bunga bertuliskan Mota’ain-Indonesia juga Monumen Pancasila yang terletak di tengah lokasi tersebut.

Nampak para pengunjung pun berantrian untuk mengabadikan moment PLBN dengan foto bersama dan selfie di tiga titik pinyu masuk utama, taman bunga dan tugu garuda. Selain ketiga ititk tersebut, para pengunjung juga mengabadikan diri dengan berfoto di lorong-lorong dalam kompleks PLBN , terminal dan dua jalur atau ladscape.

Informasi yang diperoleh dari beberapa petugas menyebutkan, para pengunjung mulai membludak berdatangan ke lokasi PLBN Mota’ain sejak hari Minggu 1 Januari kemarin. Para pengunjung yang memadati lokasi PLBN tersebut mengakibatkan para petugas lintas sektor baik itu Satgas Pamtas, Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina sulit untuk mengatur keluar-masuk para pelintas batas. Bahkan ada petugas yang terpaksa mengawal para pengunjung yang hendak melewati jembatan pelintas batas wilayah Negara Indonesia dan Timor Leste itu.

Baca Juga :   NPHD Dana Pengamanan Pilkada Belu Diteken. Ini Nilainya

Selain itu, para pengunjung yang berdatangan di PLBN Mota’ain tidak saja berasal dari wilayah Kota Atambua, tapi juga ada pengunjung yang berdatangan dari luar kota seperti Halilulik, Nurobo, Kefa bahkan ada yang berasa dari Kupang dan Alor yang sedang berlibur natal dan tahun baru di Kota Atambua.

Rio Manek salah seorang pengunjung menuturkan, dirinya sangat dengan keadaan PLBN Mota’ain yang telah berubah menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Oleh karena kondisi yang sangat menarik itu membuat dia bersama teman-teman datang untuk refresing dan foto-foto. “Kami senang karena masuk ke PLBN Mota’ain ini tanpa dipungut biaya. Para petugasnya sangat baik dan ramah, dan hanya jaga ketertiban supaya suasana nyaman tidak menggangu aktivitas para petugas dan warga yang melintas,” ujar dia.

Sementara beberapa pemilik kios yang terletak di garis batas pintu Mota’ian itu mengaku, maraknya warga yang berkunjung ke PLBN Mota’ain selama tiga hari membawa keberuntungan bagi para pemilik kios. Pasalnya sejumlah barang dagangan seperti makan dan minuman milik yang didagangkan di kios di pintu batas tersebut laris terjual tidak seperti hari biasa.

Terpisah Kepala Desa Silawan Ferdi MoneS Bili mengatakan, sejak diresmikan Presiden beberapa waktu lalu PLBN Mota’ain menjadi ramai dikunjungi warga baik dari Kota Atambua maupun luar kota untuk berfoto-foto dan rekreasi bersama kerabat dan keluarga. “Saya merasa bangga PLBN Mota’ian menjadi tempat objek wisata dan saya prediksi pengujung akan berlangsung hingga pekan depan,” ucap dia.

Baca Juga :   Kasus Dana Pilkada TTS, Kejari Bakal Tetapkan Tersangka Tambahan

Dituturkan, pihaknya telah ada koordinasi dengan pihak Imigrasi dalam kaitan dengan regulasi untuk mengatur keluar-masuk para pengunjung dan pelintas batas, tapi belum bisa menerbitkan peraturan desa untuk mengatur aktkvitas PLBN karena merupakan kewenangan ada pada Pemerintah Pusat bukan Pemerintah Desa. “Kami akan konsultasikan supaya ada aturan, biar ada ketertiban dan keamanan supaya aktivitas di PLBN tidak terganggu. Intinya ada dua hal yang kami janjikan ke Pak Presiden Jokowi untuk tindaklanjut yakni berdayakan anak-anak daerah batas untuk kerja di PLBN dan masalah banjir,” jelas Mones. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top