EKONOMI

Potensi Pantai Motadikin Butuh Sentuhan

BETUN, Kilastimor.com-Kala mentari perlahan mulai menampakan dirinya, ketika angin masih bertiup sepoi-sepoi dari darat ke laut, para nelayan di daerah Pantai Motadikin sudah sibuk menebar jalanya. Mereka beradu nyawa dengan ganasnya ombak pantai selatan yang sebentar lagi akan datang. Itulah pemandangan pagi hari di Pantai Motadikin. Para nelayan layaknya mentari. Ketika mentari mulai bersinar cerah, para nelayan pun sudah harus menjual ikan hasil tangkapannya.

Pantai Motadikin yang menawan.

Pantai Motadikin yang menawan.

Kini para nelayan di tempat ini mulai dilema, pasalnya pantai, tempat mereka mencari nafkah dengan leluasa kini telah diambil oleh pemerintah untuk dijadikan tempat wisata. Lalu bagaimana dengan nasib mereka?

Pantai Motadikin menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal. Mereka datang di hari libur untuk sekedar melepas penat yang menumpuk dalam diri mereka.
Pantai yang berjarak kira-kira 18 KM dari Kota Betun ini, dilihat sangat baik bagi PAD Kabupaten Malaka, maka Pemerintah daerah mulai berpikir serius untuk membenahinya di tahun 2017 ini. Dana Rp 2 Miliar yang siap dikucurkan untuk membangun tempat ini menjadi tempat wisata yang menarik pun masih dirasa kurang oleh Dinas Parawisata.

“Untuk perencanaan motadikin, kita butuh anggaran yang sangat besar. Karena keterbatasan anggaran, maka kita membangunnya secara bertahap”, kata Drs. Rofinus Bau, SH. MM selaku Kadis Parawisata Kabupaten Malaka.

Baca Juga :   September Ceria , NSS Kupang Beri Potongan Tunai Sampai dengan Rp 3 Juta

Pemerintah Kabupaten Malaka akan melakukan penataan daerah wisata dengan membangun beberapa lopo dan satu gedung utama seperti aula. Rencananya, aula itu akan disewakan kepada siapa saja yang ingin menggunakannya. Tujuannya tidak hanya menambah kemenarikan daerah wisata ini, tapi juga bisa menambah PAD Pemerintah Kabupaten Malaka.

Pantai Motadikin

Pantai Motadikin

“Untuk mewujudkan semuanya ini, Dinas Parawisata Kabupaten Malaka telah membuat Master Plan-nya”, tutur Kadis Parawisata Kabupaten Malaka yang akrab disapa Rofinus.

Selain penataan gedung, Beliau juga berencana untuk melakukan penghijauan di area wisata. Menanam beberapa pohon sebagai pagar hidup sekaligus menjadi naungan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Motadikin.
“Kita akan menanam di batas agar menjadi pagar hidup. Selain itu beberapa tanaman lagi untuk mendampingi cemara-cemara yang sudah ada. Tujuannya agar para pengunjung tidak kepanasan”, jelasnya.

Kendati master plan telah dibuat oleh pemerintah, tapi hingga saat ini, batas-batas daerah wisata Pantai Motadikin dengan tanah milik warga belum diketahui secara jelas oleh Dinas Parawisata Kabupaten Malaka.

“Sampai saat ini, kami belum mengetahui secara jelas batas-batas daerah wisata dengan tanah milik warga. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa terkait dengan masalah ini.” Demikian kata Drs. Rofinus Bau, SH. MM kepada wartawan kilastimor.com.
Selain masalah tanah, masalah lain lagi muncul. Hal ini terkait dengan akses jalan menuju ke area wisata yang masih bebatuan.

Baca Juga :   Pemuda di Malaka Kutuk Aksi Teroris di Surabaya

Menanggapi hal tersebut, pihak dinas parawisata melempar tanggungjawab kepada Dinas Pekerjaan umum (PU). Pihaknya hanya bisa berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Malaka.
Motadikin menjadi daerah wisata yang menarik dan ramai saat ini. Akan tetapi, akses jalan ke tempat ini masih dibawah standar. Karena itu dinas parawisata akan berkoordinasi dengan dinas PU soal perbaikan jalan menuju daerah wisata.

Menurutnya, jika jalan ke area wisata bagus, maka para pengunjung akan senang berwisata ke Pantai Motadikin. Jika tidak, maka orang akan enggan ke sana.

Lalu bagaimana dengan nasib para nelayan yang sudah sekian lama mencari nafkah di daerah wisata tersebut? Apakah mereka akan digeser?
Para nelayan akan menjadi potensi kuliner tersendiri untuk menarik minat masyarakat untuk berwisata di sana. Mereka akan diperkenankan untuk menjual ikan. Mereka hadir sebagai pendukung ramainya daerah wisata.

“Semoga dengan menjadikan daerah ini sebagai tempat wisata dapat meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan yang ada di sana”. Demikian Tutur Drs. Rofinus Bau, SH.MM. (richi Anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top