HUKUM & KRIMINAL

Romo Mundus Sako Laporkan 35 Siswa ke Polsek Malaka Tengah

BETUN, Kilastimor.com-Rm. Edmundus Saku, Pr melaporkan 35 orang siswa ke pihak kepolisian (13/01/2017). Hal ini dikarenakan para siswa tersebut merusak beberapa fasilitas Asrama Putra Paroki Betun.

Inilah para siswa yang dilaporkan dan tengah mendapat pembinaan dari polisi.

Inilah para siswa yang dilaporkan dan tengah mendapat pembinaan dari polisi.

Sebenarnya pria berjanggut yang biasa disapa Rm. Mundus, Pr ini telah melapor sejak Bulan Desember tahun lalu. Namun saat itu libur, maka pihak kepolisian menunggu hingga liburan usai barulah mereka membina para siswa tersebut. Para siswa yang dilaporkan bersekolah di SMP Sabar Subur, SMP Kristen, SMK, dan SMA Sinar Pancasila.

Para siswa tersebut, merusak fasilitas umum di asrama, lantaran dikeluarkan dari asrama. Beberapa fasilitas yang dirusak oleh mereka berupa tiang bendera, bola lampu, dan tempat tidur.

Mengenai hal tersebut, Rm. Mundur membenarkannya. Mereka dikeluarkan lantaran melanggar aturan asrama yang telah dibuat bersama. Tidak mengikuti perayaan ekaristi di pagi hari, pulang ke asrama sewaktu istirahat sekolah, keluar malam hari tanpa izin dan pulang dini hari, menjadi alasan untuk mengeluarkan mereka dari asrama.

“Lebih parah lagi, mereka meminum miras, merokok, dan melakukan perjudian di dalam kompleks asrama", kesal romo selaku bapak asrama tersebut. “Walau telah diberi peringatan dan pembinaan beberapa kali, tapi mereka masih saja melakukannya,” lanjutnya.

Harapan dari Rm. Mundur, Pr agar para orang tua menggantikan semua fasilitas yang telah dirusak. Jika tidak, maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga :   Kades Otan Pasang dan Sosialisasi Penggunaan Tempat Sampah

Mengenai miras yang saat ini marak di kalangan anak di bawah umur dan ana sekolahan, Rm. Mundus, Pr selaku Pastor Paroki sangat menyayangkan hal tersebut. Beliau sudah berusaha mengingatkan dalam setiap kotbahnya di perayaan ekaristi hari minggu.

Sementara itu, Kapolsek Malaka Tengah, IPTU Frids Mada mengemukakan, pihak kepolisian juga sudah berupaya untuk memberantas peredaran miras di Kabupaten Malaka. Namun tetap saja masih ada yang menjualnya.

Pada Operasi Lilin di pengujung tahun lalu, pihak kepolisian sudah menyita banyak sekali miras yang beredar di masyarakat.

“Kami sudah berupaya semampu kami. Karena itu, kami butuh kerjasama semua pihak untuk memberantas miras di Kabupaten Malaka,” imbuhnya.
Untuk anak-anak yang dilaporkan, akan menjalani pembinaan oleh pihaknya. (richi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top