RAGAM

Tim Klarifikasi Pemkab Malaka Panggil Pihak Pelapor dan Terlapor Terkait Pilkades Tiga Desa di Malaka Barat

BETUN, Kilastimor.com-Tim Klarifikasi terkait masalah Pemilihan Serentak Kepala Desa Kabupaten Malaka memanggil pihak pelapor dan terlapor dari tiga desa pada Senin (23/01/2017). Pertemuan yang diadakan di ruangan Asisten I Kantor Bupati Malaka ini menuai ketidakpuasan dari pihak pelapor.

Warga pelapor sedang berdiskusi soal klarifikasi Pilkades Besikama.

Warga pelapor sedang berdiskusi soal klarifikasi Pilkades Besikama.

Pihak pelapor dan terlapor yang dipanggil tersebut berasal dari Desa Fafoe, Desa Motaain, dan Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Hadir pula Asisten I selaku Ketua Tim Klaridikasi, Asisten II selaku Wakil, Kaban BPMPD selaku Sekretaris, Inspektorat, dan Kabag Hukum selaku anggota.

Proses dan metode klarifikasi yang dilakukan oleh Tim klarifikasi menuai ketidakpuasan oleh pihak pelapor. Tim Klarifikasi diharapkan agar bisa memediasi pihak pelapor dan terlapor secara langsung. Menurut para pelapor, mereka tidak hanya ingin untuk diitanyai soal kebenaran dari isi surat laporan itu saja.

“Kalau hanya sekali memanggil pelapor dan terlapor secara terpisah, setelah itu dianggap masalah selesai, itu tidak benar,” tegas Yohanes Germanus Seran Selaku Juru Bicara Tim Pelapor Desa Besikama. “Kalau klarifikasinya hanya seperti itu saja … ya percuma,” lanjutnya.

Yohanes Germanus Seran bersama beberapa masyarakat melaporkan terkait beberapa kesalahan dalam Pilkades Serentak Kabupaten Malaka khususnya di Desa Besikama. Salah satu yang dilaporkan adalah terkait penggelembungan surat suara.

“Sebelum pemilihan dimulai, tim panitia membacakan bahwa total pemilih ada 687. Namun ketika saat penghitungan suara selesai, terdapat 740 suara atau kelebihan 53 Surat Suara,” kata Yohanes Germanus Seran yang akrab disapa Jhon ini.

Baca Juga :   RRI Atambua Jangkau Alor, Kefa dan Malaka

Selain masalah di atas, masih ada masalah lain lagi. C6 milik orang yang tidak ada di tempat pemilihan digunakan oleh orang lain untuk memilih. Saat melihat hal tersebut, masyarakat sudah memberitahukan kepada panitia pemilihan desa, tapi tidak digubris.

Hingga saat berita ini diturunkan, Tim Klarifikasi masih belum bisa dihubungi. Rencananya, pertemuan terkait pembahasan masalah ketiga desa ini masih akan dilanjutkan pada hari Selasa (24/01/2017). (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top