RAGAM

Usif Taolin Klaim Tanah Humusu. Bupati TTU: Mari Kita Pahami UUD 1945

KEFAMENANU, KilasTimor.com-Klaim hak kepemilikan tanah oleh Raja Taolin (Usif Taolin) terhadap tanah Humusu, Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara, sebagai tanah hak ulayat terus berlanjut. Klaim tersebut berangkat dari bukti peninggalan dan silsilah tanah dari Raja (usif) Luis Taolin dan Maria Da Costa sonaf Lanasu.

Raymundus Fernandes

Raymundus Fernandes

Raja Taolin Sonaf Lanasu Insana Frederic Ch. Taolin kepada media ini menegaskan, tanah Humusu merupakan tanah ulayat. Pasalnya tanah Humusu adalah tanah bersejarah suku yang tidak boleh diam-diam jadi aset Pemda TTU.

“Kenapa dikatakan tanah kami? tentunya berangkat dari sejarah tanah ini yang diserahkan oleh Raja Oekusi, Gaspar Dacosta III kepada suku Taolin oleh karena putrinya Maria Dacosta menikah dengan Raja Luis Taolin. Tanah ini milik suku Taolin sebagai hadiah, sehingga mestinya akan ada jalan yang harus ditempuh untuk menentukan hak kepemilikan tanah Humusu. Tuntutan kami tertuang dalam surat ke Pemerintah Daerah TTU tanggal 14 September 2016.
Kami mempunyai bukti pennggalan sejarah dan bukti administrasi terkait tanah humusu sehingga kami bersuara untuk tanah peninggalan para leluhur suku Taolin,” tandasnya

Serementara itu, Camat Insana Utara, Dominikus Seo Naitkakin saat di konfirmasi via telepon selular, Rabu (18/01/2016) membantah klaim oleh Raja Taolin, Bahwasannya, tanah Humusu adalah tanah Pusuf kelef Insana dibawah kekuasaan Raja Usfinit, sehingga tidak boleh klaim tanpa dasar, “Mari kita bicarakan secara baik, tentang tanah Humusu itu, sebab ada bukti sejarah yang bisa dibuktikan tentang kepemilikan tanah itu. Jangan bikin suatu pertentangan baru yang mencederai karena itu ada Raja Usfinit. Kita perlu dipanggil untuk menklarifikasi akan status tanah itu, sehingga jangan asal klaim, jangan di polemikan tanah ini,” imbuhnya.

Baca Juga :   Bila Dipanggil Kejari TTU, Bupati TTU Siap Beri Klarifikasi Soal PTT

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada media ini, Rabu (18/01/2016) mengatakan, klaim tersebut tidak benar. Sebab, sebagai warga negara yang baik harus paham tentang UUD khususnya pasal 33 ayat butir 3, dimana bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.. Sehingga kalau paham tentunya tidak muncul saling klaim. Negara Indonesia menguasasi tanah dan dipergunakan untuk kemkmuran rakyat. (jos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top