EKONOMI

BI Sosialisasi Uang Rupiah Baru di Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah baru tahun emisi 2016 dan sosialisasi ketentuan kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank yang berlangsung di Aula Hotel Matahari, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-RDTL, Sabtu (25/2/2017) yang dihadiri Wakil Bupati Belu, Kapolres Belu serta para pengusaha.

p

p

Kepala BI Perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga mengatakan sosialisasi dua hal tersebut merupakan perdana di Kabupaten Belu pasca lounching uang rupiah NKRI baru pada Bulan Desember tahun lalu. Dari sebelas seri mata uang rupiah baru NKRI yakni tujuh pecahan uang kertas dengan nominal Rp 100.000, 50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000 dan 1.000 dan empat mata uang logam mulai dari Rp 1.000, 500 dan 100. “Kita lakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian pecahan uang kertas baru yang perdana di daratan Timor selain dari kota Kupang, juga sosialisasi usaha penukaran valuta asing di perbatasan Belu,” ujar dia.

Sinaga tekankan hal lainnya bahwa berita-berita yang selama ini ada di media sosial mengenai tidak benar ada isu palu arit, mengenai kepahlawanan, pencetakan uang, desain uang yang mengatakan bahwa uang itu mirip dengan negara lain dan pahlawan yang ditentukan tidak trasnparan. “Kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat bahwa itu sebetulnya tidak benar, bahwa sebenarnya uang NKRI adalah merupakan amanat dari undang-undang nomor 7 tahun 2011 yang menyatakan bahwa uang yang beredar di republik Indonesia ini adalah uang NKRI yang ditandatangani oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan perwakilan Pemerintah,” tutur dia.

Baca Juga :   Mobil Rental Marak Beroperasi, Sopir Bus AKDP Malaka-Kupang Mogok

Lanjut Sinaga, di perbatasan Kalimantan dan Malaysia ternyata penukaran valuta asing semakin marak dan itu melanggar undang-undang, dan apabila diketahui maka akan diproses hukum. Dengan adanya money changer bisa dimanfaatkan untuk tindak pidana sepert kegiatan-kegiatan terorisme, pencucian uang dan narkoba. Dari hasil identifikasi Bank Indonesia di wilayah Atambua terdapat delapan pelayanan penukaran valuta asing dollar, namun hanya dua yang memilik izin resmi sedangkan enamnya ilegal.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top