RAGAM

Bupati Malaka: Kades Wederok Tunda Dilantik Bukan Tak Dilantik

BETUN, Kilastimor.com-Pelantikan 64 Kepala Desa pada Selasa (14/2) masih menyisahkan polemik. Banyak opini masyarakat bermunculan mempertanyakan kebijakan Bupati Malaka yang membatalkan pelantikan Kepala Desa Wederok, Virgilius Tahu Nahak.

Bupati Malaka lantik 64 kepala desa.

Bupati Malaka lantik 64 kepala desa.

Bupati Malaka Stef Bria Seran menjawab opini masyarakat dengan mengklarifikasi masalah tersebut.
“Kepala Desa Wederok, bukan dibatalkan, sekarang posisinya itu ditunda karena tim klarifikasi sedang berusaha menyelesaikan masalahnya sesuai dengan laporan yang masuk dari masyarakat. Penundaan itu artinya bisa dilantik, bisa juga tidak dilantik,” bilangnya saat dihubungi pekan lalu.

Sesuai ketentuan, Bupati membentuk tim klarifikasi untuk memeriksa pengaduan-pengaduan tersebut. Dari 16 pengaduan, 15 diantaranya ditolak karena setelah diklarifikasi dengan bukti dan saksi-saksi, tidak mempengaruhi hasil pemilihan. “Jika pengaduannya tidak betul, maka akan ditolak. Sebaliknya pengaduannya benar, maka hasilnya akan dibatalkan,” Jelasnya.

Menurutnya, saat ini tim klarifikasi sedang bekerja. Masyarakat diharapkan untuk lebih tenang menghadapi masalah tersebut. “Tidak usah buat keributan. Tidak usah buat kegaduhan. Karena menuru Pengkotbah, segala sesuatu akan indah pada waktunya,” ujarnya.

Karena itu, menurut bupati, saat ini, kades terpilih harus berusaha mencari simpati. Tujuannya agar bupati dapat mencari jalan keluar yang baik. Ibarat seorang pemain bola yang berusaha mencari simpati wasit. Lihatlah sang legendaris Maradona, walau hebat dalam mengolah si kulit bundar tapi dia selalu taat pada teguran wasit. Dia selalu mencari simpati sang wasit agar tidak mengusirnya dari lapangan hijau.

Baca Juga :   Pertemuan Dead Lock, Penjabat Bupati Malaka Tolak Tanda Tangan SK Teko 2015

Selain Desa Wederok, ada beberapa lagi kepala desa yang belum dilantik. Salah satunya adalah Kepala Desa Sisi yang terpilih kembali berdasarkan hasil Pilkades serentak. Masa jabatannya sebagai kepala desa yang lama baru akan selesai pada bulan Mei 2017.
“Kepala desa membuat surat pernyataan untuk mau dilantik juga. Saya bilang tidak boleh.” Tuturnya.

Menurut Stef Bria Seran, Seorang kepala daerah tidak punya hak untuk mengurangi masa jabatan seorang kepala desa. Jadi, sebelum masa jabatan itu berakhir barulah Kepala Desa Sisi bisa dilantik.

Disamping itu, Kepala Desa Sisi, ada pula Kepala Desa Nanebot dan Kepala Desa Oeknurak. Kepala desa terpilih dari Dua desa ini memiliki masalah yang sama yaitu jumlah suara yang sama.

Menurut aturan, jika ada suara yang sama maka kita akan membandingkan suara dari jumlah pemilih tetap di dusun tempat si calon kepala desa berdomisili. Jika mereka berasal dari dusun yang sama, maka kita akan melihat dari RW-nya. Jika kedua calon berasal dari RW yang sama, maka kita akan melihat dari RT-nya.

Hal ini sudah diterapkan di Desa Nanebot. Sedangkan di Desa Oeknurak, pihaknya tidak bisa melantiknya karena kedua calon berasal dari RT yang sama.

Stef Bria Seran menuturkan ada yang meminta untuk dilakukan pemilihan ulang dan beliau sedang berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Hal ini dikarenakan, pemilihan serentak hanya dilaksanakan pada tahun 2016 dan 2022.
“Nanti nasehatnya seperti apa, baru kami akan sesuaikan,” Jelasnya.

Baca Juga :   Kapolda: Kamtibmas di Malaka Menjadi Hal Prioritas

Masih menurutnya, seorang pemimpin haruslah kritis dan skeptis dalam menanggapi sebuah masalah. Seorang pemimpin juga harus mampu mengambil keputusan di saat yang sulit.

Dia menceritakan apa yang dibuat Napoleon Bonaparte. Suatu ketika, Napoleon Bonaparte bersama pasukannya berjalan di gurun pasir dalam misi sebuah perang. Saat itu semua pasukannya sangat kehausan. Di tengah perjalanan mereka, pasukannya menemukan lima drom yang berisi air. Ketika menemukan air itu, mereka bersorak gembira dan segera melaporkannya kepada sang panglima.

Saat mendengar laporan itu Napoleon menyuruh pasukannya agar tidak menyentuh air tersebut. Bagi Napoleon, air itu adalah sebuah jebakan. Menurutnya, musuh tidak mampu melawan mereka secara fisik. Karena itu mereka menggunakan cara lain untuk mencerai-beraikan kekuatan pasukannya. Jika air itu dibagikan, maka tidak akan cukup untuk semua pasukannya.

Pada kondisi seperti itu, keputusan besar pun diambil oleh sang panglima. Dia berkata kepada pasukannya bahwa air berasal dari bumi, maka kembalikan air itu pada sumbernya. Dengan hati yang berat beberapa pasukannya menumpahkan semua air dalam drom ke tanah.

Keputusan Napoleon Bonaparte mungkin saja menimbulkan polemik di hati para prajuritnya. Demikian pula halnya dengan keputusan yang telah diambil oleh Bupati Malaka.

Orang nomor satu Kabupaten malaka itu berujar bahwa masyarakat Desa Wederok itu adalah keluarganya. Namun, bukan karena keluarga, semua permasalahannya dianggap selesai.

Baca Juga :   Walau Dibatasi, Peringatan HUT RI di Kobalima Timur Tetap Akan Berlangsung

Dia menegaskan bahwa Bupati dan wakil bupati ditugaskan oleh Pemerintah dan Rakyat Malaka untuk mengurus Rakyat Malaka dengan sebaik-baiknya. Hal ini sesuai dengan moto dari SBS-DA yaitu meletakan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk kesejahteraan rakyat.

“Jadi kalau ada hal-hal yang masih mengganjal, sabar, kami akan mengurususnya. Tidak usah khawatir,” lanjutnya.

Bupati juga berpesan agar para pejabat pemerintahan untuk tidak mengail di air keruh. Kalau ada, maka Bupati tak segan-segan mengumumkan kepada rakyat bahwa orang demikian tidak layak menjadi seorang pemimpin di Tanah Malaka. Baginya, para pejabat pemerintahan harus bisa menjadi orang tua yang bijak bagi masyarakat Malaka.

Stef Bria Seran juga mengatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Malaka harus ”Hitin luan bonan luan, hitin malirin bonan malirin”. Pantun daerah dalam bahasa Tetun ini berarti Bupati dan Wakil Bupati Malaka harus bisa merangkul dan mengayomi semua elemen masyarakat tanpa memandang bulu dan tentunya selalu berpijak pada aturan yang berlaku.. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top