POLITIK

Jhon Tanur Resmi Pimpin Nasdem Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepengurusan Partai Nasdem Belu resmi dikukuhkan. Yohanes Tanur resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Belu periode 2017-2022 menggantikan pimpinan sebelumnya Valens Parera.

Pengurus Nasdem Belu dilantik.

Pengurus Nasdem Belu dilantik.

Jhon Tanur bersama pengurus DPD Partai NasDem Belu dilantik Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat bertempat di Aula Graha Kirani, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Sabtu (4/2/2017). Turut hadir Sekda Belu, Pimpinan FKPD/SKPD Belu, Pimpinan Parpol Belu serta para simpatisan Partai Nasdem Belu.

Bersamaan dilantik juga pengurus
DPC Partai Nasdem, DPD Petani NasDem se-Kabupaten Belu oleh Ketua Ketua DPW Nasdem Propinsi serta DPD Garnita Malahayati Nasdem Belu oleh Sekjen DPP Garnita.

Bungtilu dalam sambutan mengatakan, hari ini selain dilantik Ketua DPD Nasdem Belu dan pengurus juga dilantik para pertiwi garnita malahayati Nasdem pejuang wanita.
Jhon Tanur memimpin Partai NasDem, ditunjuk secara organisasi dan merupakan suatu kepercayaan dari seluruh tingkatan Partai Nasdem. “Ini suatu kepercayaan dari Partai Nasdem. Saya secara pribadi percaya Nasdem akan hidup di wilayah Kabupaten Belu,” ujar dia.

Dikatakan, orang politik itu mati berulang-ulang, hidup berulang-ulang. Jadi jangan pernah menjadi orang politik lalu mati terus, karena itu bukan orang politik. Memang terjun sebagai seroang politisi itu tidaklah mudah dan gampang. “Jadi, kalau Partai Nasdem di Belu harus mampu untuk melihat yang tidak ada, yang ada dibikin baik. Tapi seorang pemipim dia harus melihat yang tidak baik jadi baik untuk masyarakat,” tandas Bungtilu.

Baca Juga :   BKN Komit PNS Maju Pilkada Harus Mundur

Jelas dia, tantangan itu tidak gampang dan sangat berat. Menjadi pemipin itu tidak gampang. Seorang polisiti itu setiap hari rumahnya harus terbuka, kalau tertutup berati tidak kerja.
Rumah itu harus terbukan untuk masyarakat datang menyampaikan aspirasi. “Seorang politisi tidak pernah berpikir bagaimana mendapat uang untuk memperkaya diri. Dia berpikir bagaimana dia berjuang bersama kader untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap dia.

“Mereka Anggota DPR itu orang-orang yang dibiaya negara, bukan untuk perjuangkan misi pribadi tapi untuk kepentingan bangsa. Jadi kalau jadi anggota DPRD di Belu jangan hanya urus diri sendiri tapi bagaimana sejahterakan masyarakat,” tambah Bungtilu.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top