RAGAM

Kehabisan Oksigen, Warga Semau Tewas Didalam Sumur

OELAMASI, Kilastimor.com-Desi Mae (36), warga Dusun V, RW 5/RT 10, Desa Uitao, Kecamatan Semau, tewas mengenaskan, setelah kehabisan oksigen dalam sumur, milik Pemerintah Desa Uitao, Kabupaten Kupang.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (20/2) siang.

Tim SAR saat akan mengevakuasi korban.

Tim SAR saat akan mengevakuasi korban.

Informasi yang dikumpulkan oleh kilastimor.com, melalui Komandan Pos (Danpos) Koramil Kupang Barat di Semau, Sertu Frans Ndaomanu melalui fasilitas komunikasi WA menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.00 wita.

Dimana sejak pagi korban bersama temannya, Adi Fernandes melakukan pemasangan dinamo pada sumur desa. Sekira pukul 12.00 wita, korban bersama temannya pulang ke rumah dan istirahat makan siang .
Setelah makan siang, korban bersama temannya kembali ke sumur, untuk melanjutkan pekerjaan mereka.

Menurut Frans, setibanya di sumur, korban kemudian turun ke dalam sumur untuk membetulkan posisi dinamo, tepatnya di dasar sumur, sedalam kurang lebih 13 meter.
Korban diketahui, kehabisan oksigen dan tewas, setelah beberapa menit, masuk dalam sumur.

Adi teman korban, awalnya muncul firasat buruk, karena tidak ada tanda-tanda dari korban setelah masuk dalam sumur. Dari atas sumur Adi melihat korban terkulai lemas di dasar sumur karena kehabisan oksigen.
Melihat korban lemas di dalam sumur, Adi kemudian meminta pertolongan dari warga sekitar. Sertu Frans Ndaomanu sendiri, kurang lebih 20 menit setelah peristiwa ini, langsung turun ke TKP.

Baca Juga :   DPRD Malaka Seriusi Pembahasan KUA PPAS agar Sesuai RPJMD

Bersama warga, dengan berbagai upaya dilakukan, tetapi tidak dapat menolong korban. Menurut Frans, dirinya bersama warga tidak dapat berbuat apa-apa, karena gas beracun dalam sumur yang sangat keras.

Dia menjelaskan, dirinya bersama warga mencoba untuk menguji kekuatan gas dalam sumur, dengan cara memasukan seekor ayam jantan, dan ayam tersebut mati setelah dimasukan dalam sumur.

“Itu artinya, gas di dalam sumur sangat kental dan dipastikan akan beresiko jika kita masuk ke dalam sumur tersebut,” jelas Frans.

Setelah berbagai upaya gagal, dirinya kemudian segera meminta bantuan kepada tim SAR di Kupang. Menurut Frans, tim SAR tiba di TKP, tepat pukul 17.00 wita. Korban berhasil dievakuasi tepat pukul 19.00 wita.

Korban kemudian diotopsi oleh tim medis dari Puskesmas Uitao, dan korban kemudian dibawa ke rumahnya untuk disemayamkan. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top