RAGAM

Pengelola PLBN Motaain Diminta Pekerjakan Warga Lokal

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Mota’ain, telah selesai.
Namun ada beberapa kebutuhan yang perlun diajukan dan Kepala Desa Silawan, Ferdinandus Mones Bili telah dikonsultasikan beberapa kebutuhan ke Pemerintah Pusat.

Ferdinandus Mones Bili

Ferdinandus Mones Bili

Adapun kebutuhan-kebutuhan itu diantaranya, pembangunan drainase di sekitar lokasi PLBN yang selama ini terendam air di sepanjang jalan sabuk perbatasan dari Salore menuju Silawan, sarana air bersih dan tenaga kerja lokal untuk dipekerjakan pada PLBN Mota’ain.

Kades Ferdinandus Bili Mones yang dihubungi media, Kamis (16/2/2017) mengatakan, usulan-usulan kebutuhan tersebut telah dibuat dalam bentuk proposal dan telah dibawa ke Jakarta pekan lalu untuk disampaikan secara langsung kepada Presiden Jokowi melalui Kementerian terkait sesuai permintaan orang nomor satu Indonesia.

“Pekan lalu saya ke sana karena sudah dijadwalkan untuk bertemu presiden. Usulan-usulan itu saya bawa untuk disampaikan. Saya sudah bertemu pejabat Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Kementerian PU dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP),” ujar dia.

Lanjut Mones, Pemerintah pusat baik BNPP dan Kementerian PU sangat menyambut kehadiran sesuai permintaan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Kabupaten Belu bulan Desember lalu. Sehingga, usulan beberapa kebutuhan seperti drainase, rumah layak huni, air bersih, MCK dan pembangunan bendungan menjadi perhatian Kementerian PU dan Perumah Rakyat.

“Untuk rekrutmen tenaga kerja lokal yang akan kerja sebagai cleaning service dan supir di PLBN akan diperhatikan pada bulan April mendatang. Karena saat ini belum dilakukan penyerahan pemanfaatan PLBN Motaain dari Kementerian PU kepada BNPP,” jelas dia.

Baca Juga :   Kebijakan Bupati Mabar, Proyek Rp 4 Miliar Tanpa Proses Lelang

Menurutnya, kebutuhan-kebutuhan perlu dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasanBelu dengan negara tetangga Timor Leste. Warga perbatasan tak sebatas menikmati megahnya gedung PLBN, namun perlu diberdayakan untuk mempunyai kualitas SDM yang memadai sehingga bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk mencapai kesejahteraan.

“Indikator keberhasilannya pembangunan perbatasan bukan sebatas berapa jumlah kegiatan fisik yang dilakukan, melainkan ditentukan indeks pembangunan manusianya,” ucap Mones.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, masih banyak kebutuhan yang merupakan tuntutan warga perbatasan khususnya Desa Silawan setelah pembangunan PLBN Motaain. Warga meminta segera dibangun drainase guna mencegah terjadinya banjir di sekitar kawasan PLBN Mota’ain pada saat musim hujan.

Jika tidak dibangun drainase, maka kawasan lokasi PLBN Mota’ain dan pemukiman warga tergenang banjir, karena usai dikerjakan jalan raya posisi bahu jalan lebih tinggi dari halaman pemukiman akibatnya setiap kali hujan lebat maka banjir mengenangi rumah warga di sepanjang pinggir jalan utama Silawan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top