HUKUM & KRIMINAL

Satgas Saber Pungli Malaka Dikukuhkan Guna Basmi Uang Salam Tempel

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Aula Kantor Bupati Kabupaten Malaka, Selasa (21/2). Pengukuhan Satgas Saber Pungli yang bertujuan untuk membasmi pungutan liar dilingkup Pemkab Malaka.

Tim Saber Pungli Malaka pose bersama Bupati dan Wakil Bupati Malaka.

Tim Saber Pungli Malaka pose bersama Bupati dan Wakil Bupati Malaka.

Pengukuhan Satgas Saber Pungli Kabupaten Malaka ini dikukuhkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

Selain itu, pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Waka Polres Belu, Oktovianus Wadu Ere saat bertemu Bupati Malaka guna membahas pembentukan Satgas Saber Pungli pada, Senin (30/1).

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengungkapkan, pungutan liar merupakan praktek illegal yang mencederai tatanan dan norma dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Praktek ini sudah berlangsung begitu lama dan sangat meresahkan masyarakat. Tak dipungkiri masyarakat beranggapan bahwa uang dapat membeli apapun, termasuk hukum. Oleh karena itu, pemerintah melalui Presiden RI membentuk Satgas Saber Pungli.

“Dengan pengukuhan Satgas ini, praktek-praktek pungutan liar yang selama ini terjadi di wilayah kita yang terkesan meresahkan masyarakat dapat dihapuskan,” tegas Stef Bria Seran.

Bupati mengatakan, praktek pungutan liar merupakan suatu gejala sosial yang telah meresakan masyarakat. Hal ini tak dapat kita pungkiri dan sudah bertumbuh dalam kehidupan jauh sebelum zaman penjajahan.

Baca Juga :   Di Atapupu, Menhub Resmikan 9 Pelabuhan di NTT

Lebih jauh Stef Bria Seran menjelaskan, pungutan liar dilakukan dengan cara menyalahi aturan. Biasanya pungutan liar digunakan untuk memperlancar dan mempermudah urusan pihak tertentu. Selain itu, pungutan liar juga dimaksudkan untuk memberi ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu.

Bupati Malaka menuturkan pungutan liar, pada masa kini, dikenal dengan berbagai istilah seperti uang rokok, uang pelicin, uang pulsa, uang salam tempel, uang sogokan dan masih banyak lagi istilah lainnya yang digunakan untuk memperhalus makna dari pungutan liar itu sendiri.

Dalam praktek kemasyarakatan, ujar Stef Bria Seran, bila ada urusan sering dipersulit, maka itu ada pungli. Tujuannya jelas, harus ada uang salam tempel. Karena itu, dengan dikukuhkannya Satgas Saber pungli, diharapkan dapat membasmi praktek uang salam tempel.

“Dengan dikukuhkan satgas ini bukan berarti kita yang paling jujur, tapi kita harus berusaha untuk menuju ke arah yang lebih baik dengan menata melalui sistem pelayanan,” imbaunya.

“Saber Pungli ini jangan hanya mengejar yang di luar tetapi juga ke dalam karena unsur yang terlibat di dalamnya seperti Kepolisian, Kejaksaan, Kemendagri, maka tentunya juga harus berani membersihkan ke dalam,” tegasnya.

Ketua Satgas Saber Pungli, Kompol Oktovianus wadu Ere, mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan oleh pihaknya yakni melakukan konsolidasi untuk menyamakan visi, misi, tugas pokok, dan fungsi satgas sehingga tidak mencederai kearifan-kearifan lokal yang ada.

Baca Juga :   Lembaga Masyarakat Diminta Bersinergi Cegah Kekerasan dan Trafficking Terhadap Perempuan

“Yang Jelas, langkah pertama yang akan kita lakukan adalah satukan visi, misi, dan tugas pokok kita. Setelah itu baru dilakukan sosialisasi pada masyarakat demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat kita,” tandasnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top