POLITIK

Sekda Malaka: Saya tidak Pernah Berpikir untuk jadi Calon Bupati Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Sekda Kabupaten Malaka Donatus Bere menyatakan dirinya tidak pernah berpikir untuk menjadi Kandidat Bupati Malaka dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan. Hal ini disampaikan kepada awak media di Pantai Motadikin, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka tengah, pada Jumat (24/2).

Donatus Bere

Donatus Bere

Pernyataan diatas merupakan tanggapan atas sebuah postingan foto Sekda Malaka di media sosial facebook (Fb) beberapa waktu lalu. Pada postingan itu mengatakan bahwa Donatus Bere sebagai Calon Bupati Malaka 2021.

Donatus Bere menyatakan pihaknya sudah mencari tahu akun yang memosting foto tersebut. Menurutnya itu adalah akun palsu. Karena itu, dia tidak ingin mengklarivikasi postingan tersebut.
“Bagaimana kita bisa mengklarivikasi akun palsu tersebut?” tanyanya.

Menurutnya, dia tidak tahu-menahu soal hal tersebut. Dia sendiri menyatakan tidak pernah berpikir untuk menjadi calon Bupati Malaka 5-10 tahun ke depan.
“Ini merupakan pembunuhan karakter,” keluhnya.

Donatus mengatakan bahwa Bupati Malaka Stef Bria Seran datang ke Malaka melalui sebuah perjuangan hebat. Dia bersama beberapa orang masyarakat lain pergi meminta Stef Bria Seran untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Malaka. Hal ini dilakukannya tidak hanya sekali.

“Termasuk saya pelakunya. Karena itu, saya tidak mungkin mengkhianati beliau (Stef Bria Seran, red),” lanjutnya.

Terkait dengan postingan tersebut beliau mengatakan tidak mengganggu hubungannya dengan bupati. Hanya saja, antara bupati dan sekda seperti atasan dan bawahan, kakak dan adik. Kakak tentunya tidak suka dengan penampilan sang adik seperti itu di media sosial.

Baca Juga :   Bangun Kerja Sama, Bupati/Wabup Silaturahmi ke Kejari, DPRD dan Polres Belu

“Inikan seluruh dunia tahu. Nanti orang bilang loh kok adik bisa mengkhianati kembali kakaknya?” demikian Donatus menjelaskan kepada awak media. “Itu yang mengganggu saya,” lanjutnya.
Mengenai hal ini, Donatus mencurigai beberapa pihak yang telah melakukannya. Salah satu yang dicurigai adalah para jurnalis.

“Saya tahu di antara kamu (wartawan, red) ini yang bisa bermain. Karena jas tenun yang saya pakai itu, ada satu wartawan yang foto ambil (memotret, red) saya, waktu itu di ruang kerja saya. Oleh karena itu, saya mau ikuti foto tersebut. Tidak boleh model begitu, kau posting model begitu harus konsultasi dengan saya. Apakah itu betul atau tidak? Apakah saya mau atau tidak?” Demikian curiganya.

Selain wartawan, beliau juga mencurigai pihak lain yang sengaja untuk menjatuhkan wibawahnya. Menurutnya, ada pihak “tamu” yang mencari perhatian dari bupati untuk merampas jabatannya.
“Jangan sampai yang tamu datang buat kacau terus mereka cari muka?,” tanyanya.

Donatus menjelaskan bahwa dia adalah salah satu pemilik, pelaku, dan keluarga dari kekuasaan yang sekarang ada di Kabupaten Malaka. Karena itu, tidak mungkin dia mengkhianati keluarganya sendiri.
“Kalau saya mau mengkhianati keluarga sendiri, saya sudah mengkhianati dari Belu (sewaktu Kabupaten Malaka masih bergabung dengan Kabupaten Belu, red). Saya posisi di Belu sudah baik, karena saya tinggal jual mereka (Penguasa), tapi saya tidak mau,” tegasnya.

Baca Juga :   Komunitas Media Perbatasan Malaka, Minta Kapolres Belu Tangkap dan Proses Hukum Oknum Wartawan KPK

Donatus membuat sebuah analogi tentang monyet. Monyet itu, walau sementara makan, masih meminta makanan pada monyet yang lain.
“Saya bukan monyet. Saya tidak serakus monyet,” tuturnya.

Baginya, saat ini bukan lagi masa politik. Karena itu beliau meminta kepada pihak yang sudah melakukan hal tersebut untuk membiarkan dia menikmati apa yang telah diperolehnya saat ini.
“Sementara ini, saya menikmati dulu kenapa sih? Politik ini sudah habis. Saya bukan orang politik, saya orang karier. Politik ini saya tidak tahu, untuk apa saya pikir,” katanya

Beliau juga menunjukan loyalitasnya kepada Bupati Malaka. Menurutnya masa tugasnya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil tinggal empat tahun lagi. Kalau bupati menghendaki dirinya untuk memangku jabatan sebagai Sekda Malaka hingga masa pensiun, maka dia mensyukurinya. Namun bila di tengah masa tugasnya, bupati meminta untuk menggantikannya dengan generasi muda, maka dia loyal dengan keputusan itu. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top