RAGAM

Terkait Rencana Kedatangan Mentan ke Malaka, Pemkab Tinjau Lahan Jagung

BETUN, Kilastimor.com-Merespon rencana kedatangan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pasca pertemuan yang dilakukan oleh Bupati Malaka, Stef Bria Seran, dengan Mentan, Sabtu pekan lalu, Pemda Malaka, Kamis (9/2) kemarin melakukan berbagai persiapan.

Yustinus Nahak

Yustinus Nahak

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultural, dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak di ruang kerjanya mengemukakan,
Pada pertemuan Sabtu (4/2) di Jakarta, Menteri Pertanian berniat mengembangan jagung di Kabupaten Malaka. Menteri Pertanian berjanji akan membantu berupa benih dan pupuk, traktor roda 4 sebanyak 10 unit, pompa air 4 dim sebanyak10 unit, dan exkavator. Mentan juga menyatakan akan ke Malaka.

“Saat itu beliau (Mentan, red.) meminta kepada kami untuk membuat surat permohonan bupati kepada kementerian sebagai tanda bukti. Kita sudah membuatnya saat itu juga,” lanjutnya.

Sebelum kedatangan Mentan Amran ke Kabupaten Malaka, pihak kementerian akan mengirim 10 orang ahli ke Malaka untuk peninjauan lapangan terkait kelayakan lokasi penanaman jagung. Tujuannya agar para ahli itu dapat memberikan laporan kepada Mentan sebelum kedatangannya.

Yustinus mengatakan, Kabupaten Malaka telah menyediakan lahan sebesar 18. 157 hektar untuk program RPM (Revolusi Pertanian Malaka). Hingga akhir Januari, lahan yang sudah ditanami lebih dari 20 ribu hektar. Hal ini sudah melebihi target yang direncanakan dalam program RPM.

Terkait dengan peninjauan lapangan yang dilakukan ahli dan Pemkab Malaka, dilakukan di dua desa khususnya kecamatan Malaka Barat pada Kamis (9/2). Pihaknya melihat persediaan air untuk penanaman jagung sudah sangat baik. Selain itu, hujan yang turun semakin memudahkan masyarakat untuk mulai menanam jagung.

Baca Juga :   Satgas Pamtas RI-RDTL Tanam 1.000 Ubi Ungu di Delomil, Belu

Yustinus mengatakan, untuk lokasi 10 ribu hektar yang diminati oleh Kementan, pihaknya sudah mengadakan pertemuan guna membagi lahan yang ada di 127 desa. Pembagian lahan jagung ini akan dilihat dari sisi kelayakan lahan untuk ditanami.

Selain menunggu bantuan dari Kementan, Pemkab Malaka juga telah membagi-bagikan bibit dan pupuk kepada warga untuk ditanami. Bantuan yang telah diberikan oleh Pemkab Malaka membuat warga antusias menanam di lahan mereka.

Di beberapa desa, ada jagung yang sudah mulai dipanen, ada juga yang baru menanam. Walau proses menanam tak serentak, tapi tujuan dari pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya akan tercapai.
Yustinus berharap bahwa kedatangan Mentan bisa membawa sebuah perubahan baru bagi Warga Malaka. Karena itu, Pemkab dan Warga Malaka harus bekerja keras.

Untuk mencapai semuanya itu, dia menghibau agar ada kerjasama yang baik anatara pemerintah dan masyarakat. Artinya, masyarakat dan pemerintah perlu sama-sama bekerja keras. Masyarakat bekerja keras tanpa didukung oleh pemerintah, maka tidak akan berhasil begitu pun sebaliknya.

“Pemkab Malaka dan masyarakat perlu sama-sama bekerja keras agar tujuan kita bisa tercapai dan masyarakat sejahtera,” tutur Yustinus sebari tersenyum. (richi anyan)

Loading...
Loading...
To Top