RAGAM

Air Hujan Genangi Rumah Warga di Tubaki, Fatukbot

ATAMBUA, Kilastimor.com-Rumah warga di Tubaki, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu terendam air hujan. Hal itu diakibatkan ketiadaan drainase atau saluran got di sepanjang bahu jalan raya sehingga menyebabkan air hujan tertampung mengenangi rumah warga.

Rumah warga Tubaki tergenang air.

Rumah warga Tubaki tergenang air.

Diabadikan media, Senin (13/3/2017) sore rumah milik salah seorang warga yang terletak di pinggir jalan kilo meter 3 jurusan Atambua-Kupang digenangi air setelah diguyur hujan sejak siang. Kondisi rumah tembok bercat merah mudah yang terletak di depan Kantor Kajari Belu itu dikelilingi genangan air hujan bak sebuah kolam, bahkan nyaris masuk ke dalam rumah warga yang terdapat di jalan Soeprapto itu.

Selain ketiadaan drainase, disamping rumah warga jurusan ke pusat Kota terdapat sebuah bangunan tembok pembatas jalan yang mana menjadi salah satu faktor penyebab air hujan mengenangi rumah tersebut. Juga kondisi rumah dan jalan raya tidak setara, dimana bahu jalan lebih tinggi daripada halaman rumah. Akibatnya air hujan yang meluap dari jalur atas menuju batas kota ditambah dari jalan raya tidak bisa mengalir lancar karena bangunan itu sehingga air mengendap dan genangi rumah warga itu.

Pemilik rumah mengaku, kondisi rumah digenangi air sering terjadi dimusim hujan sebelumnya. Apabila hujan turun, maka air hujan akan mengalir dan tergenang mengelilingi rumah. Hal itu karena tidak ada saluran got, juga terdapat tembok bangunan yang dibangun disamping rumah akhirnya air tidak terus mengalir dan tertampung di sekitar kompleks rumahnya.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Serahkan 1.144 Sertifikat Tanah Gratis kepada Warga Enam Kabupaten/Kota di NTT

“Air hujan semua mengalir dan tertampung di halaman rumah. Kalau hujan turun selama satu hari air bisa masuk lagi ke dalam rumah, karena sebelumnya air pernah masuk kedalam rumah mencapai ketinggian 40 centi meter,” urai Avelina yang ditemui dikediamannya.

Diharapkan, ada perhatian serius dari pemerintah guna mengatasi hal tersebut dengan membuatkan saluran air got, sehingga rumah tidak digenangan air hujan. Namun apabila tidak ditindaklanjut maka sesewaktu rumah bisa terendam air hujan apabila hujan turun terus menerus.

“Kalau bisa dibuatkan saluran air disepanjang jalur depan rumah sampai cabang Lolowa supaya air dapat mengalir dan tidak genangi rumah lagi,” pinta dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top