HUKUM & KRIMINAL

Aniaya dan Cemarkan Nama Baik PMKRI, Mahasiswi Laporkan Dosen STKIP ke Polisi

BETUN, Kilastimor.com-Marselina Hoar, Mahasiswa Semester IV, Jurusan PGSD, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Betun, melaporkan dosennya, Haryati Nipa Hebu ke Polsek Malaka Tengah pada, Rabu (15/3). Haryati dilaporan atas dugaan penganiyayaan dan pencemaran nama baik Organisasi PMKRI.

Mahasiswa yang juga anggota PMKRI Malaka melaporkan dosen ke Polsek Malaka Tengah.

Mahasiswa yang juga anggota PMKRI Malaka melaporkan dosen ke Polsek Malaka Tengah.

Peristiwa itu bermula dari PMKRI Malaka melakukan kegiatan MPAB di Lo’oneke selama tiga hari. Kegiatan ini tidak mendapatkan restu dari Haryati Nipa Hebu selaku Dosen STKIP. Alasannya karena berlangsung bersamaan dengan jam kuliah.

Akan tetapi, para mahasiswa tetap memutuskan untuk ikut kegiatan tersebut. Sekembalinya dari kegiatan itu, Haryati langsung memanggil Marselina dengan alasan ada laporan dari keluarga.

Hari Selasa (14/3/) sekitar pukul 10.30 wita, Haryati masuk di ruangan kelas pada jam kuliah, bermaksud mencari Marselina. Saat dipanggil, Marselina datang dan langsung menghadap Haryati.

“Plakkk… tadi malam kamu pulang jam berapa?” Tanya Haryati dengan nada tinggi sembari menampar Marselina.

Lalu Marselina yang pipinnya sudah memerah menjawab “Pukul 23.00 WITA, karena kami masih evaluasi kegiatan sekaligus pembubaran panitia”.

Mendengar jawaban Marselina, Haryati belum puas lalu bertanya kepada mahasiswa yang hadir terkait kebenaran jawaban itu. Semua mahasiwa mengiyakan kebenaran jawaban itu. Mendengar jawaban itu, Ibu Yati spontan naik pitam.

“Kamu punya organisasi itu organisasi macam apa yang berkumpul sampai tengah malam. Organisasi itu berkumpul hanya untuk baku c*k* dan baku n**k saja,” sebut Marselina menirukan perkataan dosennya.

PMKRI Malaka lapor dosen di Polisi.

PMKRI Malaka lapor dosen di Polisi.

Beberapa saat kemudian Haryati naik pitam dan langsung memukul pelapor lagi dengan cara ditonjok di kepala dan dahi. Setelah itu, terlapor menampar pelapor lagi di pipi kiri dan kanan tanpa memberikan kesempatan kepada pelapor untuk bicara.

Baca Juga :   Farry : Tunggu Tanggal Main. Gerindra Akan Beri Kejutan Calon untuk Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu

Ansila, salah seorang rekan Marselina langsung berinisiatif menginformasikan kejadian tersebut kepada alumni PMKRI via sms. Tak menunggu waktu lama, alumni PMKRI langsung datang ke kampus. Tujuannya ingin mengklarifikasi karena berhubungan dengan kegiatan organisasi.

Saat melihat ada Alumni PMKRI datang, Haryati langsung mencari tahu siapa yang memberikan informasi tersebut. Setelah mengetahui, Haryati langsung menampar Ansila karena telah memberi informasi.

Koordinator PKMRI Kota Jajakan Malaka, Antonius Yosef Mau mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh dosen kepada mahasiswi. Antonius juga mengungkapkan kekesalannya terhadap dosen yang sudah mencemarkan nama baik PMKRI.

Karena kesal dengan ulah si dosen, maka masalah ini dilaporkan ke pihak yang berwajib. Kasus dugaan penganiyayaan dan pencemaran nama baik ini saat ini sedang ditangani Polsek Malaka Tengah.

“Kami tidak terima dengan aksi kekerasan yang dilakukan oknum dosen kepada mahasiswa. Ditambah lagi melakukan pencemaran nama baik PMKRI dengan mengatakan, Organisasi macam apa yang ajar orang punya anak pulang tengah malam,” ungkap Antonius. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top