RAGAM

Bupati Malaka Lantik Kasek di Pantai Taberek

BETUN, kilastimor.com- Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, Kamis (9/3/2017) melantik 117 Kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Malaka di Pantai Taberek, Desa Alkani, Kecamatan Wewiku.
Pemilihan pantai taberek sebagai tempat pelantakkan bertunjuan untuk mempromosikan keindahan pantai taberek kepada masyarakat malaka.

Bupati beri sambutan saat pelantikan para Kasek.

Bupati beri sambutan saat pelantikan para Kasek.

Menurut Stef Bria Seran, keindahan Pantai Taberek tiada duanya di dunia ini. Hamparan pasir kecoklatan tanpa batu karang menjadikan pantai taberek sangat tepat untuk tujuan wisata.

Karena itu, menurut Stef Bria Seran, pelantikkan kepala sekolah sekaligus memperkenalan pantai nan indah ini kepada seluruh masyarakat malaka. Tujuannya agar di kemudian hari, masyarakat bisa datang bersama keluarga untuk berwisata di Pantai Taberek.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Stef mengingatkan kepada para kepala sekolah yang dilantik terkait tugas seorang kepala sekolah. Ia meminta para kepala sekolah untuk membuat laporan terkait kehadiran para guru dan fasilitas sekolah yang dimiliki. Selain itu, ia juga meminta para kepala sekolah untuk menjaga sikap agar bisa menjadi panutan baik bagi para siswa maupun masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

“Laporan kehadiran para guru dan prasaran sekolah itu penting. Supaya jika ada yang masih kurang kita pemerintah kabupaten bisa tahu dan melengkapinya. Selain itu, saya mengingatkan kepala sekolah untuk menjaga sikap dan tutur kata. Agar bisa menjadi panutan bagi semua pihak,” tegasnya.

Baca Juga :   Wawali: Warga Kota Kupang jangan Terpengaruh Isu Perpecahan

Stef Bria Seran juga mengecam keras oknum kepala sekolah yang membuka sekolah hanya untuk mendapatkan dana bos, jabatan serta mengamankan kepentingan kelompoknya. Oleh sebab itu, dirinya mengambil langkah tegas dengan menertibkan sekolah-sekolah “liar” di Malaka.

“Berani sekali kepala sekolah buka sekolah baru. Dia (kepala sekolah, red) pikir dia itu siapa. Tidak tahu diri gunakan dunia pendidikkan hanya untuk kepentingan pribadi. Dirikan sekolah tidak ada bangunannya. Dirikan sekolah dengan bangunan darurat. Sudah itu gurunya tidak jelas latar belakang pendidikkannya. Mau jadi apa dunia pendidikan kita,” tegasnya dengan nada yang tinggi. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top