RAGAM

Bupati Malaka Minta SDN Oevetnai Harus Menjadi Sekolah Model

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta agar SDN Oevetnai yang berada di Desa Weulun, Kecamatan Wewiku dibangun kembali menjadi sekolah model. Hal itu disampaikannya saat melantik para kepala sekolah se-Kabupaten Malaka di Pantai Taberek pada, Kamis (9/3).

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Menurut Stef Bria Seran, TAPD Malaka harus responsif mengalokasikan anggaran untuk merealisasikan pendirian sekolah itu. Targetnya, tidak boleh lebih dari dua tahun sekolah itu sudah harus menjadi sekolah model.

“Saya minta tidak boleh lebih dari dua tahun sekolah itu harus bisa menjadi sekolah model,” tuturnya.

Bria Seran mengatakan bahwa dirinya terpaksa menutup SDN Oevetnai karena dinilai sudah tidak benar. Baginya, dia tidak mampu melihat anak-anak sekolah naik di atas atap sambil memperbaiki atap yang sudah rusak.

“Saya lihat anak-anak sekolah naik di atas atap sekolah sambil memperbaiki atap merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan.” Demikian tuturnya dengan nada tinggi. “Sekolah negeri seperti ini harus ditutup dan ditertibkan,” lanjutnya.

Karena itu, Stef Bria Seran telah meminta kepada Kades Weulun dan Camat Wewiku supaya segera melakukan pertemuan dengan masyarakat agar membuat usulan ke bupati dan tembusan disampaikan kepada DPRD. Selain itu, beliau juga meminta supaya siapkan tanahnya berupa penyerahan tanah. Kalau belum ada sertifikat tanahnya supaya segera disampaikan kepada PEM agar diproses sertifikatnya.

Baca Juga :   Plt Wali Kota: Pejabat Pemkot Kupang Harus Profesional

“Kalau semua persyaratannya sudah ada maka akan disiapkan anggarannya supaya dibangun dengan baik,” ujarnya.

Dia juga telah meminta kepada Kadis Pendidikan agar menyiapkan tenaga yang layak untuk ditempatkan di sekolah itu. Ia juga menyarankan kepada Kadis Pendidikan agar sekolah itu sudah harus beroperasi tidak lebih dari dua tahun.

Beliau berharap agar SDN Oevetnai bisa ditata dan dibangun menjadi sekolah model. Karena itu, baik infrastruktur maupun tenaga kerjanya harus layak sehingga bisa menjadi sarana belajar yang nyaman bagi siswa.

“Kita semuanya sayang anak-anak dan berpihak pada pendidikan anak. Kita tidak pernah halang-halangi anak untuk sekolah. Hanya kita inginkan sekolah yang dibangun harus diseting dan ditata agar berkelayakan sehingga tidak merugikan siswa,” ujar Stef Bria Seran.

Pasca ditutupnya SDN Oevetnai, siswa-siswi yang berasal dari Dusun Wetalas tetap melanjutkan pendidikannya di SDI Weulun. Sedangkan kebanyakan siswa-siswi yang berasal dari Kabupaten TTS lebih memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya di SDI Weulun karena jaraknya dinilai terlalu jauh. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top