EKONOMI

Pemda Malaka Temukan Distributor Pupuk Bersubsidi Jual Diatas Harga Subsidi

BETUN, Kilastimor.com-Dinas Tanaman Pangan, Holtikultural, dan Perkebunan Kabupaten Malaka bersama Koramil Betun dan Satpol PP melakukan sidak ke distributor pupuk bersubsidi dan petani pada, Rabu (1/3).
Saat melakukan sidak, pihak pemerintah menemukan adanya penjualan pupuk bersubsi di atas harga yang telah ditentukan.

Inspeksi pupuk bersubsidi.

Inspeksi pupuk bersubsidi.

Pupuk urea bersubsidi seharusnya dijual dengan harga Rp 90 ribu per karung. Akan tetapi, distributor malah dijual dengan harga Rp 120 ribu hingga Rp 125 ribu per karung.

Tidak hanya itu, dari penelusaran yang dilakukan oleh wartawan, diketahui jika pupuk bersubsi juga dijual tidak tepat sasaran. Pasalnya, pupuk bersubsidi juga bisa dinikmati oleh masyarakat yang tidak masuk daftar RDKK.

Agustinus Seran, warga Desa Maktian, Kecamatan Malaka Barat mengaku bisa membeli pupuk bersubsidi jenis urea di toko distributor Ramayana walaupun ia tak masuk dalam kelompok tani. Namun untuk mendapatkan pupuk ini, Agustinus harus membelinya di atas harga subsidi.

“Saya beli di Toko Ramayana, 1 karung (50 Kg) dengan harga 120 ribu. Bulan Desember lalu saya beli ada 40 lebih karung saat ini tersisa 39 karung,” ungkap Agustinus.

Selain di toko Ramayana, Agustinus juga mengungkapkan bahwa ia juga mendapatkan pupuk bersubsidi dari kios Fanny. Di kios Fanny, Agustinus harus membayar lebih mahal yaitu 125 ribu per karung. Dia juga mengaku bahwa dirinya adalah pengecer pupuk bersubsidi dari kios Fanny.

Baca Juga :   NSS Kupang Gelar Pameran. Rp 1 Juta Bisa Kredit Sepeda Motor Honda

“Minggu lalu saya ambil dari kios fanny pupuk urea sekarang sisa 22 karung. Total tambah dengan ramayana ada sekitar 14 ton. Namun separuh sudah saya jual kepada masyarakat dengan harga 130 ribu per karung. Saya disini hanya mau bantu masyarakat. Selisih 5 ribu itu untuk biaya bongkar muat pupuk,” ungkapnya.

Terkait temuan ini, Baik toko ramayana maupun kios fanny membantah keras jika menjual pupuk bersubsidi di atas harga subsidi. Keduanya mengaku tidak berani menjual jual di atas harga subsidi.

“Selama ini kami jual sesuai harganya, 90 ribu perkarung. Kami tidak berani jual di atas. Tidak benar kalau ada yang bilang kami jual di atas harga subsidi,” ungkap pemilik kios fanny Djibrael Edruard Rade.

Rade berdali, Agustinus ditunjuknya sebagai pengecer untuk wilayah malaka barat. Dirinya mengaku sudah memberitahu agar dijual sesuai harga subsidi. Nantinya, hasil dari keuntungan baru dibagi dua.

“Tidak benar kalau Agustinus mengatakan beli dari saya dengan harga 125 ribu. Dia itu pengecer yang saya percayakan. Kalau sudah begini saya sudah tidak mau kasih dia lagi,” ungkap Rade.

Sementara itu, pemilik toko ramayana, Litfina Manek mengakui jika ia memang menjual pupuk bersubsidi kepada masyarakat yang tidak masuk dalam RDKK. Ia mengaku tidak menjual pupuk bersubsidi di atas harga yang sudah ditentukan. Dia juga berdalih bahwa dia menjual kepada masyarakat karena alasan kemanusiaan.

Baca Juga :   Sony Xperia P2, Super Tipis dengan Baterai Raksasa

“Saya kasihan kalau masyarakat sudah datang minta tolong mau beli pupuk subsidi tapi tidak masuk RDKK. Karena kasihan makanya saya kasih. Paling mereka beli hanya 1 karung saja pak. Saya jual juga 90 ribu per karung tidak lebih,” tutur Manek

Untuk diketahui, Rabu (1/3/2017) Dinas pertanian malaka, koramil betun dan satpol PP melakukan sidak ke tiga toko pendistribusi pupuk bersubsidi. Hal ini dilakukan untuk mengecek ketersedian pupuk bersubsidi di tengah MT I yang tengah berlangsung.

Dari hasil sidak diketahui untuk pupuk NPK bersubsidi saat ini stoknya tengah habis. Sedang pupuk urea, hanya tersedia di kios fannya sebanyak 49 karung dari stok awal 7 ton. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top