POLITIK

Esthon-Chris Bakal Lakukan Revolusi Pertanian dan Birokrasi

WAINGAPU, Kilastimor.com-Pasangan Bakal Calon dan Wakil Gubernur Periode 2018-2024, Esthon Funay dan Christian Rotok, hari ini Senin (13/3), berkunjung ke Pulau Sumba. Tujuan kedatangan pasangan bersama tim ini adalah melakukan konsolidasi dengan tim pemenangan di Pulau Sumba. Untuk itu kedua pasangan bersama timnya akan melakukan kunjungan mulai dari Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Esthon-Chris sosialisasi di Waingapu.

Esthon-Chris sosialisasi di Waingapu.

Sesuai informasi yang dikumpulkan kilastimor.com, dari tim pemenangan Esthon-Chris bersama tim bertolak dari bandara El Tari dan tiba di bandara Umbu Mehang Kunda-Waingapu, sekira pukul 11.00 Wita. Rombongan Esthon-Chris disambut Wakil Ketua DPRD dari Partai Gerindra, didampingi, Pdt. Abraham Litinau dan Frans Hani, dan tokoh, simpatisan serta pengurus Partai Gerindra dan partai PAN Sumba Timur. Setelah penjemputan dibandara, kedua pasangan diarakan mengelilingi kota Waingapu dan sekitarnya oleh ratusan masa pendukung kedua pasangan.

Hingga berita ini diturunkan, kedua pasangan melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan keluarga dan tokoh-tokoh muslim. Dalam pertemuan ini, Eston menyampaikan tentang penyebaran jumlah pemilih dan jumlah masyarakat di Indonesia dan NTT. Dimana, menurut Esthon, NTT merupakan jumlah pemilih terbanyak nomor dua di Indonesia Timur, setelah Sulawesi Selatan. Sehingga, menurut Esthon, ini adalah peluang bagi Gerindra dan partai-partai pengusung, untuk memenangkan dirinya dan Chris.

Dalam pertemuan ini, Esthon juga menyampaikan pokok pikirannya, yang juga visi dan misi mereka lima tahun ke depan. Terutama dalam hal ini, tentang bagaimana membangun NTT ke depannya. Menurut Esthon, sejak dahulu kurang lebih 70 persen masyarakat NTT sudah bergerak dalam bidang pertanian dan, sehingga dirinya akan lebih fokus untuk peningkatan bidang pertanian dan peternakan, yang untuk meningkat kehidupan yang layak, bagi masyarakat pedesaan. Hal ini juga menurut Esthon, dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di NTT.

Baca Juga :   Banyak Bencana, Pemkab Belu Rapat Tanggap Darurat. Bupati: 60 Rumah Warga Rusak

“Ada dua hal penting yang menjadi pokok pikiran kami yang lebih utama dalam mensejahterakan masyarakat, yakni kita perlu melakukan revolusi pertanian dan revolusi birokrasi, kedua hal ini akan qta lakukan di NTT,” jelas Esthon.
Mengenai pariwisata, Esthon menyampaikan tentang lima kategori pariwisata di NTT yang sudah diakui dunia. Menurut Esthon, perlu dikembangkan pariwisata Komodo, Kelimutu, Taman Laut Pulau Keba, Pantaian Nembrala, dan Nihiwatu di Sumba Barat, serta penyangga ekonomi Sumba adalah tenun ikat.

“Bagi saya dan Sudara saya Chris, potensi Pertanian, Peternakan dan Pariwisata, akan kita kembangkan menjadi ekonomi kerakyatan yang dapat menyangga ekonomi masyarakat, agar hidup sejahtera,” jelas Esthon.

Selain itu, Esthon juga berbicara tentang pembangunan infrastruktur, air bersih, dan birokrasi. Menurut Esthon semua ini akan menjadi perhatian khusus, untuk menenuhi kepentingan rakyat NTT, terutama di Sumba Timur. Mengenai birokrasi sendiri, Esthon akan menjalankan upaya revolusi mental yang menjadi program pemerintah pusat. Dirinya akan menciptakan birokrasi yang tidak rumit.

“Mengenai birokrasi, saya pikir, saya dan Saudara saya Chris sudah pengalaman memimpin dan ada di birokrasi. Jadi saya pikir kami sudah tau kelemahannya dimana, dan kekuatannya dimana, untuk kami bisa buat perubahan,” ungkap Esthon.
Mengenai pengangguran dan meminimalisir tenaga kerja ke dalam dan luar negeri, Esthon juga memberikan solusi. Dimana dirinya berharap, dengan membangun kerjasama dengan pihak swasta, dan membuka berbagai lapangan kerja, maka pengangguran dapat teratasi. Selain itu menurur Esthon, peningkatan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan, juga dapat membawa solusi bagi penurunan pengangguran.

Baca Juga :   Viva Mateke Serahkan 13.479 Syarat Dukungan ke KPU Belu. "KPU Periksa Kesesuaian Dokumen"

Sementara itu, Ketua MUI Sumba Timur, Haji Umbu Zein Bunga, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Masyarakat Sumba Timur, selalu hidup dalam damai dan toleransi yang sangat tinggi. Tetapi juga, mereka memburuhkan pemimpin yang transparan, jujur bersih, takut Tuhan dan track recordnya baik serta terbukti, seperti Esthon-Chris. Dan, menurutnya hal ini dibuktikan dengan kemenangan Esthon di pilkada lima tahun sebelumnya.

“Kami akan kembali membuktikan bahwa, bapak Esthon dan Chris selalu di hati kami. Sehingga akan memperjuangkan untuk kemenangan bapak berdua. Karena bapak berdua sudah dikenal sampai ke pelosok Sumba Timur,” ungkap Umbu Zein.

Untuk diketahui bahwa pasangan Esthon-Chris akan melakukan sosialisasi dan Konsolidasi di Pulau Sumba untuk menghadapi Pilkada NTT tahun 2018 mendatang. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top