RAGAM

Ini Dua Titik Luapan Banjir Benenain yang Merenam Empat Desa

BETUN, Kilastimor.com-Banjir Sungai Benenain yang merendam empat desa di Kecamatan Malaka Tengah pada, Senin(27/3)perlahan mulai surut. Akan tetapi, pihak desa terus berusaha mencari sumber luapan banjir.

Inilah titik banjir yang perlu ditangani.

Inilah titik banjir yang perlu ditangani.

Kepala Desa Fahiluka, Yohanes Nahak Babulu atau yang akrab disapa Acan mengatakan bahwa titik luapan banjir Benenain berada di Desa Naimana. Untuk mengetahui lebih jelas titik luapan banjir ini, maka kilastimor.com bersama Acan pergi ke Desa Naimana untuk melihat titik luapan tersebut.

Dari hasil penelusuran, kami menemukan dua titik yang berada di Rt 09, Dusun Kobadiin, Desa Naimana. Titik pertama berada tepat di jalan truk proyek yang sementara mengerjakan bronjong penahan aliran sungai. Titik kedua berada di tempat setelah pengerjaan bronjong yang belum selesai.

Dari hasil pantauan kilastimor.com, banjir sungai Benenai dikarenakan aliran sungai yang berkelok-kelok. Selain aliran sungai yang berkelok-kelok, pembuatan bronjong untuk menahan arus sungai pun tidak dibuat secara menyeluruh, tetapi hanya pada titik-titik tertentu saja. Akibatnya Sungai Benenain dapat meluap pada titik yang tidak ada bronjongnya.

Untuk menggali lebih dalam lagi masalah ini, kilastimor.com menemui Bobi, sang kontraktor yang mengerjakan bronjong di Dusun Kobadiin, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah.

Bobi menjelaskan bahwa pengerjaan bronjong sepanjang 400 meter ini belum bisa selesai dikerjakan karena kerasnya arus Sungai Benenain. Walau sudah dikerjakan sejak Bulan Desember 2016 lalu, namun terlalu banyak kendala dalam proses pengerjaannya. Kendala itu antara lain cuaca yang tak menentu dan DAS yang berkelok-kelok.

Baca Juga :   Penjabat Bupati Tidak Merangkap Jabatan di Inspektorat Malaka

“Benenain sering sekali alami banjir walau tidak terjadi hujan. Akibatnya pekerjaan kami pun selalu terhambat,” tutur Bobi.

Bobi juga menjelaskan bahwa DAS Benenain yang berkelok-kelok membuat bronjong yang sudah dibangun bisa saja ambruk. Karena itu, dia sudah mengusulkan kepada Dinas PU agar DAS Benenain dibuat lurus. Dengan demikian akan mengurangi jarak aliran dan juga anggaran pembuatan bronjong di sepanjang DAS Benenain.

“Sebagai masyarakat, saya berharap agar masalah banjir ini bisa cepat diatasi. Sebagai kontraktor, saya juga berharap agar pekerjaan saya bisa cepat selesai,” ujar Bobi. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top