HUKUM & KRIMINAL

Kantor Desa Disegel Massa, Stef Bria Seran Minta Oknum Diamankan

BETUN, Kilastimor.com-Kantor Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka disegel warga lantaran tak puas dengan hasil pilkades.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Malaka Stef Bria Seran meminta pihak kepolisian untuk mengamankan oknum yang menyegel kantor desa.

Kantor desa disegel massa.

Kantor desa disegel massa.

Massa pendukung Calon Kepala Desa Seserai yang kalah, Agustinus Nahak Bria menyegel Kantor Desa Seserai.

Calon Kades Seserai yang kalah, Agustinus Nahak Bria tak membantah penyegelan tersebut. Agus mengaku, penyegelan tersebut dilakukan massanya lantaran tidak puas dengan hasil Pilkades.

“Mereka datang segel tidak beritahu saya. Sudah segel baru saya tahu. Saya sudah terima kekalahan, hanya massa pendukung ini yang belum terima,” lanjutnya.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH yang dikonfirmasi media meminta pihak kepolisian untuk menangkap oknum yang menyegel kantor desa.
Ia menegaskan, kantor desa merupakan aset negara dan jika ada penyegelan oleh oknum tertentu polisi berkewajiban menindak tegas oknum tersebut.

“Saya minta pihak kepolisian bersikap tegas untuk mengamankan aset negara dari oknum tak bertanggungjawab. Amankan saja jika mereka berani segel kantor desa,” tegas Bupati Stef saat ditemui media pada, Jumat (10/3).

Massa tidak puas dengan kesepakatan dua lubang pada surat suara yang dinyatakan sah. Terkait hal tersebut, Stef Bria Seran mengatakan bahwa hal tersebut tidak diatur dalam Perbup.

Namun, jika hasil kesepakatan antara panitia, calon desa, dan camat sudah menyatakan sah berarti sama-sama disetujui. Ia meminta massa calon yang kalah tidak berbuat hal-hal yang anarkis.

Baca Juga :   Pantai Motadikin jadi Lokasi Tabur Bunga

Menanggapi permintaan dari bupati, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Aparat Polsek Wewiku yang dipimpin langsung Kapolsek Wewiku, Iptu Agustinus de Araujo membuka segel kantor desa Seserai, Jumat (10/3).

Sebelum membuka segel kantor desa, Iptu Agustinus sempat melakukan berdialog dengan calon kepala desa yang kalah dan para pendukungnya. Iptu Agustinus mengatakan, jika massa ingin memprotes, sebaiknya langsung ke bupati, bukan dengan cara menyegel kantor desa.

“Ini (kantor desa, red) merupakan aset negara. Kalau masih terulang kembali saya tidak segan-segan proses hukum yang menyegel kantor desa,” tegas Agustinus dengan nada tinggi.

Perlu diketahui, massa pendukung calon kepala desa yang kalah, Agustinus Nahak Bria, Kamis (9/3) sore melakukan penyegelan kantor desa. Pintu kantor desa disegel dengan menggunakan dua papan kayu yang di paku. Tidak hanya itu, jalan masuk menuju kantor desa dipalang menggunakan batang kayu. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top