EKONOMI

Melihat dari Dekat Usaha Kelompok Ternak Mointabua

OELAMASI, Kilastimor.com-Mointabua adalah salah satu kelompok peternak yang berada di Dusun V, Desa Sahraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Kelompok usaha ternak ini sudah terbentuk sejak tahun 2013.

Saat dijumpai Sabtu (11/3), Ketua Kelompok Mointabua, Melkisedek Nitu sedikit berkisah.
Sejak di-SK-kan, yakni pada tahun 2013, kelompok ini belum memiliki kegiatan seperti saat ini. Ketua kelompok yang akrab disapa Melki ini, mengatakan bahwa, walaupun waktu itu mereka belum mendapat bantuan, tetapi dirinya selalu memotivasi teman-temannya agar tidak menyerah. Bahkan dirinya menggerakan teman-temannya untuk menanam lamtoro.

Kelompok peternak di

Kelompok peternak Mointabua

Ketika tahun 2015, dalam penantian yang panjang, akhirnya doa mereka terjawab, melalui dinas Peternakan Kabupaten Kupang, kelompoknya mendapatkan bantuan bibit pakan ternak jenis lamtoro tramba. Ketika mendapakan bantuan Lamtoro jenis tramba itu, dirinya memotivasi teman-temannya untuk semakin bersemangat lagi, terutama dalam upaya menanam pakan.

Selang beberapa bulan kemudian, kisah Melki, melalui pemerintah Kabupaten Kupang, kelompoknya mendapat bantuan sapi kopel sebanyak 15 ekor.

Menurut Melki, 15 ekor sapi itu terdiri atas 10 ekor sapi betina, dan 5 ekor sapi jantan. “Hingga saat ini dari 15 ekor sapi itu, sudah ada yang beranak, dan saat ini jumlah 5 ekor anak sapi, sehingga kami sudah memiliki 20 ekor sapi pembibitan,” jelas Melki.

Ketika disambangi kilastimor.com, dibilangan Dusun 5, Sahraen, saat ini Melki bersama anggotanya sedang memilki usaha peternakan, dengan jumlah sapi penggemukan, sebanyak 60 ekor. Menurut Melki, dirinya sengaja menetapkan 10 orang untuk tergabung dalam usaha ini, karena kegiatan ini dalam rangka memberikan contoh untuk masyarakat sekitar, agar melihat peternakan penggemukan sapi, sebagai usaha utama. Selain itu, ketua sendiri menilai kemampuan anggota.

Baca Juga :   Pilkada TTU Sesuai Rencana

Menurut Melki, usaha ini membutuhkan ketekunan, sehingga sebelum tergabung, dirinya menyeleksi, siapa dalam kelompoknya dianggap mampu. Adapun dalam usaha ini menurut Melki, dalam memelihara sapi, mereka bervariasi jumlah sapi yang didapat. Dimana menurut Melki, ada yang mendapat jatah 10 orang, 4 ekor, dan 6 ekor.

“Saya sengaja membagikan seperti itu, karena saya bagi sesuai dengan kemampuan mereka. Tetapi, apabila nanti dia rajin, lalu kami mendapatkan bantuan lagi, maka jumlahnya akan dinaikan. Selain itu, dengan pembagian sapi yang banyak untuk orang, karena kami ingin membangun jiwa usaha kelompok kami melalui beternak sapi. Artinya, beternak sapi bukan usaha sampingan, tetapi merupakan usaha tetap,” jelas Melki.

Olivianus Name, salah satu anggota kelompok yang mendapat jatah 10 ekor, mengatakan dirinya sangat semangat dengan usaha ini. Dimana dirinya semakin menyadari bahwa beternak sapi bukan usaha sampingan, tetapi merupakan usaha tetap. Oliv mengatakan bahwa setiap hari dirinya berada dengan teman-temannya di kandang, karena rutin memberi makan sapi-sapinya.

“Setiap hari, saya harus siapkan minimal 12 ikat lamtoro untuk ketersedian sapi-saya 10. Sehingga saya beternak disini, sepeti saya masuk kantor. Dimana setiap pagi jam 7 saya sudah dikandang, menyediakan pakan dan air yang berlangsung sampai malam jam 7 baru pulang rumah,” jelas Oliv.
Selain beternak sapi dikandang kelompok, menurur oliv, dirinya juga termotivasi untuk mengembangkan peternakan di rumah.

Baca Juga :   Minimalisir Kecurangan, Paket Sahabat Kawal Ketat Pleno. Atet: Kita Harus Legowo dengan Hasil yang Ada

Dimana menurut Oliv, saat ini dirinya beternak 8 ekor sapi pribadi juga di rumahnya. Ketika ditanya soal pembagian waktu, dirinya mengatakan bahwa walaupun setiap hari sudah berada di lokasi peternakan pukul 07.00 pagi, tetapi tak lupa dirinya membagi waktu untuk berkebun dan menyelesaikan pekerjaan yang lain.

Pada kesempatan ini, Oliv berharap, setelah mendapatkan hasil penjualan sapi ini, dirinya sangat menginginkan untuk membeli sapi lagi.
Untuk diketahui bahwa, pakan lamtoro yang diberikan kepada sapi, merupakan bahan segar. Dimana setiap hari satu ekor sapi membutuhkan pakan sebanyak 10% dari berat badannya. Artinya seekor sapi penggemukan sangat membutuhkan pakan sebanyak 20-25 kg setiap hari. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top