HUKUM & KRIMINAL

Modus Nonton Film Kartun, Kumbang Cabuli Mawar

BETUN, Kilastimor.com-Tindak pidana pencabulan kembali terjadi. Kali ini, menimpa seorang anak, sebut saja Mawar (8), dengan pelaku bernama Kumbang (17).
Kumbang mencabuli seorang gadis belia berusia 8 tahun dan telah dilakukan berkali-kali.

Kapolsek Malaka Tengah memberi keterangan pers.

Kapolsek Malaka Tengah memberi keterangan pers.

Kejadian diketahui bermula pada 6 Maret 2016 lalu, sekira pukul 15.00. Saat itu, Mawar sedang berbaring di spon, tepatnya di salah satu kamar rumah orang tuannya di Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah.
Rumah itu sepi dan hanya dijaga Mawar, karena kedua orang tuanya masih belum pulang dari kerja.

Tiba-tiba datanglah Kumbang ke rumah Mawar dan langsung berbaring bersama Mawar. Mawar tak menaruh curiga, karena Kumbang bukan orang lain baginya. Dalam garis keturunan, Mawar dan Kumbang adalah keluarga dekat.

Mungkin benar kata orang bahwa ketika dua orang berlawanan jenis berada di tempat yang sepi, maka yang ketiganya adalah setan. Demikian hal itu terjadi pada Kumbang dan Mawar. Ketika melihat tidak ada orang lain di rumah itu, Kumbang pun mulai dikuasai pikiran cabul.

Dengan modus nonton film boneka alias kartun yang ada di HP-nya, Kumbang secara perlahan namun pasti mulai mencabuli korban. Korban bukan tak mau menolak, tapi tak mengerti apa yang sedang dialaminya.

Saat sedang asyik melakukan aksi bejatnya, tiba-tiba datanglah ibu korban. Ibu korban mulai curiga karena ketika masuk ke dalam kamar, pelaku masih sementara memperbaiki celananya yang tadi dilepas.

Baca Juga :   SKB Kupang Wisuda 78 Peserta Kober dari 11 PAUD di Kupang Barat

Melihat hal itu, Ibu korban sengaja menyuruh anaknya itu masuk ke dalam kamar untuk belajar. Ia berpura-pura tidak mengetahui apa yang telah terjadi. Karena melihat tak ada kecurigaan, pelaku sengaja tak ingin langsung pergi dan malah sengaja tidur di salah satu kamar di rumah korban.

Beberapa saat setelah itu, datanglah Ayah Mawar dan langsung mencari pelaku yang masih pulas tertidur. Ayah Korban mulai menanyakan apa yang telah dialami anaknya.

“Kenapa kau bisa buat begitu sama adik,” tanya Ayah korban sembari memukul korban dengan sebatang kayu.

Karena tidak puas akan jawaban dari pelaku, Ayah korban pergi melaporkan kejadian itu ke Polsek Malaka Tengah.

Menanggapi laporan itu, Kanit Reskrim Polsek Malaka Tengah Iptu Yanto Pano langsung mengambil langkah-langkah awal penanganan masalah. Tindakan awal itu, mengumpulkan barang bukti kemudian periksa atau mengambil keterangan dari korban. Barang bukti yang dikumpulkan yaitu satu batang kayu dan pakian korban.

Karena korban masih di bawah umur, maka Polsek Malaka Tengah melimpahkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Belu. Tujuannya agar penanganan kasus ini lebih efektif.

“Korban sudah divisum dan kasusnya sudah dilimpahkan ke PPA,” tutur Iptu Yanto.

Sebelum terungkap, pelaku sudah pernah melakukan perbuatan serupa terhadap korban berulang kali di tempat yang berbeda. Perbuatan pelaku diawali pada Desember 2016. Menurut pengakuan Mawar, dia sudah melakukan perbuatan tersebut sebanyak tiga kali sebelum kejadian yang terakhir. Kumbang berujar kalau perbuatannya ini dikarenakan dia sering menonton film porno di HP-nya.

Baca Juga :   Antusiasme Warga Malaka Dipuji Manejemen Tour De Timor. Kedepan Malaka Bisa jadi Rute Utama

Menanggapi hal ini, Kapolsek Malaka Tengah AKP Mateus Cono menghimbau kepada orang tua agar melakukan pengawasan yang lebih kepada anak, terlebih anak-anak yang memiliki HP. Baginya, jika pengawasan orang tua lemah, maka anak bisa saja meng-upload film atau video porno di Hp-nya.

Selain itu, dengan adanya kasus ini AKP Mateus Cono berjanji akan mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait dengan penggunaan HP itu sendiri. Tujuannya agar HP tidak disalahgunakan oleh para siswa di bangku sekolah. Pihaknya akan bersilahturahmi ke Pemda Kabupaten Malaka khusunya Unit Permberdayaan Perempuan dan Anak untuk dapat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

“Untuk mengatasi masalah seperti ini, kita butuh kerjasama semua pihak,” ujar AKP Mateus Cono. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top