RAGAM

Pembagian Bantuan Tak Merata, Warga Dirun Adukan Kades ke DPRD Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu adukan Kepala Desa (Kades) Agustinus Mali ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belu, Jumat (24/3/2017).
Warga Desa Dirun itu diterima oleh Anggota DPRD Belu Agustinho Pinto di ruang lobi. Dihadapan anggota DPRD dan awak media, Adrianus Perera didampingi empat warga lainnya menuturkan, sejak tahun 2015 warga di tiga dusun Makes, Nuawain dan Laimea tidak pernah mendapat bantuan dana ADD Desa Dirun. Kades hanya membagikan bantuan kepada warga di Dusun Berlo’o dan lainnya.

Warga Dirun adukan Kades ke DPRD Belu.

Warga Dirun adukan Kades ke DPRD Belu.

“Kami seperti dianaktirikan Kades Dirun. Selama ini bantuan Desa tidak pernah kami dapat, justru lebih diberikan ke warga lain. Justru kami dibilang tidak punya hak untuk tanya dana ADD oleh Kades, padahal kami warga Dirun,” ungkap dia.

Sementara itu Wilhelmina Yuliana Lawa Tuan menjelaskan, masalah tersebut telah dilaporkan dalam bentuk surat ke DPRD pada 14 Maret lalu, sehingga hari ini kami datang untuk mengecek tindakan apa yang sudah dilakukan dewan setelah ada laporan. “Tidak ada pemerataan bantuan ADD Desa selama ini. Kami ditiga dusun tidak pernah dapat bantuan sejak 2015. Dimana letak keadilannya, kami minta pemerataan bantuan dan transparan dari Pemerintah Desa,” ungkap dia.

Lawa Tuan mengungkapkan, di tahun anggaran 2016 lalu ada bantuan bibit bawang putih sebanyak 200 kilo gram untuk pemberdayaan masyarakat kelompok tani. Tapi pembagian bibit bawang ditambah drum tidak merata karena warga di tiga dusun tidak diberikan bantuannya.

Baca Juga :   Kegiatan Parmusi di Malaka Dibatalkan

“Kami sakit hati dengan bantuan bibit bawang putih. Bantuan itu untuk warga Sisi Dirun padahal sudah dapat sebelumnya. Tahun lalu dalam RAB untuk tiga dusun akan diakomidor tapi tidak ada realisasinya,” ujar dia dihadapan anggota DPRD Agus Pinto saat menerima pengaduan itu.

Aquilino da Cruz menambahkan, ada kejanggalan dalam bantuan bibit bawang putih 200 kilo gram tahun 2016 lalu yang dibagikan untuk warga. Dalam surat berita acara penyerahan bibit bawang itu, harusnya dibagikan bibit bawang, tapi justru yang terjadi Kades membagikan uang senilai Rp 250 ribu ke masing-masing warga yang terdaftar peneriman bantuan.

“Pembagian tidak transparan dan curang karena diberikan hanya untuk keluarga dan kenalan. Juga dibagikan dengan tengah malam dan tidak melalui Kepala Dusun. Harusnya dibagikan bibit, tapi faktanya dibagikan uang Rp 250 ribu, ” papar dia.

Lanjut da Cruz, warga yang berdomisili di tiga dusun itu tidak pernah dapat bantuan dana Desa sampai sekarang. Persoalan tersebut telah disampaikan tiga kali ke Camat dan jawaban Camat akan tunggu LKPj Kades. Namun karena pihaknya terus mendatanginya, akhirnya Camat meminta dibuatkan laporan untuk disampaikan ke Pemkab dan DPRD. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top