RAGAM

Pengerjaan Perpipaan di Desa Biau Asal Jadi

BETUN, Kilastimor.com-Proyek perpipaan milik Dinas PU Kabupaten Malaka tahun 2016, di Desa Biau Kecamatan Io Kufeu, dikerjakan asal jadi. Pasalnya, pengerjaan tidak sesuai dengan perencanaan. Akibatnya ada rembesan air di mana-mana dari dasar penahan air.

Inilah tembok penahan air yang dikerjakan asal jadi.

Inilah tembok penahan air yang dikerjakan asal jadi.

Dari hasil monitoring masyarakat dan para perangkat desa, ditemukan bahwa pengerjaan tembok penampung dilakukan secara asal-asalan. Hal ini dikarenakan pembuatan bak tidak digali lagi sehingga ada rembesan dari dasar. Selain itu tumpuan tembok penahan dimuat pada akar kayu besar yang pohonnya sudah mati.

“Kemungkinan akan terjadi pelapukan dengan sendirinya air akan merembes,” kata Kades Biau, Primus Un belum lama ini.

Primus meminta agar perlu ada pengawasan lebih ketat dari konsultan PU maupun dari pihak pihak lain yang terkait dengan pembangunan perpipaan ini. Tujuannya agar proses pengerjaan perpipaan ini dapat berjalan dengan baik.

“Kami masyarakat Biau sebagai pemanfaat dan juga punya kewajiban untuk melakukan monitoring untuk pengendalian,”

Proyek perpipaan ini, nantinya tidak hanya didistribusikan ke Desa Biau saja. Direncanankan akan didistribusikan lagi ke Desa Tunabesi. Yang kurang lebih jaraknya sekitar 10.000 meter lebih.

Untuk saat ini, kata Primus, Masyarakat Biau bukan tak mendapat air bersih. Ada bantuan dari salah satu LSM berupa beberapa pompa hidrolik yang sudah dibuat pada Tahun 2007. Proses pengerjaan pompa hidrolik ini pun dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

Baca Juga :   Idul Adha, Pemprov NTT Bantu Warga Muslim Malaka

Karena itu, pada bulan bakti ini, Primus bersama masyarakat desa mengisinya dengan membersihkan mata air sekaligus memonitoring pengerjaan perpipaan dari pendanaan Dinas PU. Mata air ini juga merupakan sumber dari pompa hidrolik yang selama ini mensuplai air ke masyarakat.

Proses pengerjaan pipa itu masih berjalan hingga saat ini. Karena itu, Primus menghimbau agar pihak kontraktor, para konsultan, dan dinas terkait untuk selalu mengontrol proses pengerjaan.

“Biar masyarakat itu bisa menikmati air bersih dari proyek ini,” ujar Primus. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top